Mahani, Nenek Ini Ditampar dan Diludahi Oknum Staf Desa

Kota Bima, Kahaba.- Mahani (60) warga RT 6 RW 2 Dusun Dua Desa Timu ini harus mengambil langkah hukum, karena tidak terima ditampar dan diludahi oleh oknum staf Desa Timu MS. Masalahnya, hanya karena  soal sewa menyewa sebidang lahan pertanian milik desa.

Mahani, korban kekerasan oknum staf Desa Timu. Foto: Bin

Kepada media ini Mahani menceritakan, pada hari Selasa (20/3) sekitar pukul 12.00 Wita dirinya dipanggil untuk ke Kantor Desa Timu.  Karena mengira ada urusan penting, dirinya yang sedang tertidur disalah satu rumah warga yang menggelar hajatan bergegas menuju kantor desa.

“Rupanya saya dipanggil untuk klarifikasi soal sewa menyewa sebidang lahan pertanian milik Desa Timu,” ujarnya.

Kemudian, penganiayaan itu bermula saat ia mengelarifikasi sebidang tanah sawah yang digarap olehnya. Tanah sawah itu, milik desa yang diperuntukkan kepada mantan suaminya, Muhammad Arsyad. yang berprofesi sebagai marbot.

Saat klarifikasi tersebut, ibu tua itu kemudian ditampar oleh MS. Dirinya dipukul karena menolak untuk menyewakan tanah tersebut kepada orang lain, yang diinginkan oleh pelaku.

“Terjadi cekcok, kemudian pelaku tempeleng saya dan meludah di wajah saya. Dihadapan orang yang ingin menyewa tanah itu,” ungkapnya.

Mahani mengaku ditampar sangat keras. Semalam suntuk dirinya pun tidak bisa tidur, karena sakit di bagian kepala. Sesaat setelah kejadian itu, dirinya pun melapor ke Polsek Bolo.

“Saya sudah visum dan melapor ke Polsek Bolo,” katanya.

Ibu tua itu menambahkan, anak-anak dan keluarganya tidak terima diperlakukan seperti itu. Kemudian menginginkan agar polisi memeroses dan menghukum pelaku.

“Anak-anak dan keluarga saya ingin bisa diproses hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bolo Brigadir Rusdin membenarkan adanya laporan tersebut. Korban melaporkanya ke Polsek Bolo, Selasa (20/3).

“Kasusnya masih kami tangani dan akan memanggil yang terlapor yakni MS,” ucapnya.

*Kahaba-01/10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Afri

    Tinggal balik tanyak ke pelakunya…andaikan ibu anda ditampar n diludahi bagaimana persaan anda…ato jgan2 anda jg perlakukan orang tua andah sperti itu..kok bsa orng bgtu jdi staf desa…sdngkan staf desa itu adalah contoh dan panutan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *