Saber Pungli OTT di UPTD Dikpora Bolo, Barang Bukti Rp 1 Juta

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tim saber pungli berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor UPTD Dikpora Kecamatan Bolo tekait pungutan liar (Pungli) anggaran Try Out Ujian Nasional, Kamis (22/3).

Kantor UPTD Dikpora Kecamatan Bolo. Foto: Yadien

Penanggungjawab tim saber pungli, H Dahlan M Noer mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama semua tim setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Kasus ini sudah ditangani Tipikor Polres Kabupaten Bima dan sedang didalami,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Bolo H Ahmad mengatakan, pada saat tim saber pungli dirinya sedang berada di dalam ruangan, usai rapat bersama seluruh kepala sekolah SD dan SMP se Kecamatan Bolo.

Sesaat setelahnya terjadi keributan di luar ruanganya dan ternyata ada Tim saber pungli yang melakukan OTT.

“Saya kaget kenapa di luar ribut sekali,” ujarnya.

Kata Ahmad, OTT tersebut dilakukan oleh tim saber pungli kepada Fatwa staf UPTD Dikpora Kecamatan Bolo di ruangan TU.

“Sasaran OTT bukan saya,” katanya.

Dijelaskannya, yang dilakukan oleh stafnya merupakan hasil kebijakan Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Bima setelah melakukan rapat bersama semua UPTD pada bulan Februari dan dilakukan rapat kembali hari Rabu (21/3) kemarin.

“Kami hanya menjalankan kebijakan Kabid Dikdas,” ungkapnya.

Sementara itu, staf UPTD Dikpora Kecamatan Bolo Fatwa membenarkan, OTT tersebut dilakukan kepadanya.

Kata dia, data dan semua bukti terkait Try Out tersebut beserta sejumlah uang yang telah dikumpulkan dari kepala sekolah yang ada di Kecamatan Bolo.

“Uang yang di OTT tadi sekitar satu juta lebih,” ungkapnya.

Dibeberkanya, jumlah siswa SD yang akan melakukan ujian di Kecamatan Bolo 995 siswa. Uang Try Out per siswa diambil 50 ribu.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *