Panwascam Raba Akui Sudah Tegur Tim Lutfi-Feri di Ponpes Al Jumhuriyah

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Panwascam Raba Muhammad Jafar mengakui telah menerima surat dari panitia penyelenggara kegiatan silaturrahmi Tim Srikandi Pasangan Calon Lutfi-Feri di Pondok Pesantren Al Jumhuriyah Kelurahah Rabangodu Utara. (Baca. Tim Lutfi-Feri Terjerat Tipilih, Begini Penjelasan Lengkap Panwaslu)

Kantor Panwascam Raba. Foto: Eric

Pihaknya juga telah menegur panitia kegiatan karena ada indikasi pelanggaran menggunakan lokasi lembaga pendidikan PAUD Hadijah sebagai tempat kegiatan politik. Berdasarkan pantauan Panwascam, PAUD Hadijah juga berlokasi di Pondok Pesantren Al Jumhuriyah. (Baca. Tim Terjerat Tipilih, Ini Penjelasan PH Lutfi – Feri)

“Di pesantren itu juga ada lembaga pendidikan PAUD Hadijah, sehingga kami berikan peneguran agar tidak dilaksanakan,” ungkap Jafar saat dikonfirmasi Kahaba.net, kemarin. (Baca. Dikbud: Ponpes Al Jumhuriyah Bukan Lembaga Pendidikan)

Menurut dia, setelah mendapatkan undangan pemberitahuan dari panitia, pihaknya berkoordinasi dengan pemilik Pondok Pesantren inisial HDH dan Ketua Tim Srikandi SS bahwa tempat diselenggarakan acara silaturahmi itu merupakan lembaga. Panitia diingatkan dalam kegiatan tidak boleh ada penyampaian visi dan misi program paslon.

“Itu merupakan upaya pencegahan awal dari kami dan disanggupi oleh pemilik pesantren dan ketua tim panitia,” jelasnya.

Mengetahui hal itu pula, Panwascam Raba sudah mengkonsultasikan dengan Panwaslu Kota Bima, sehingga diarahkan untuk kembali berkoordinasi dengan panitia penyelenggara acara kegiatan agar tidak diselenggarakan atau dihentikan.

“Kami sudah dua kali komunikasikan kembali, agar panitia tidak melakukan acara tersebut. Tapi tetap dilaksanakan,” imbuhnya.

Terkait tidak dilakukannya upaya penindakan saat kegiatan, Jafar mengaku saat itu tidak bisa langsung maju ke depan. Hanya berkoordinasi dengan panitia dan menegur bahwa kegiatan yang digelar sudah melenceng dari rencana awal.

“Karena sudah melenceng, akhirnya hasil laporan pengawasan ini disampaikan kepada Panwaslu Kota Bima untuk ditindaklanjuti. Selebihnya bisa ditanyakan kepada Panwaslu, prosedur apa yang sudah mereka lakukan,” sarannya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *