Foto Penampakan Beredar, Junaidin Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- Terkait beredarnya foto penampakan mahluk gaib di ruang keuangan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Senin (8/10/2012) lalu, telah diklarifikasi bahwa foto itu adalah palsu. Pembuat foto, Junaidin, SE, staf Humas Pemkot Bima yang menyebarkan foto tersebut meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Dirinya mengaku, awalnya foto tersebut dimanipulasi dan sebarkan kepada beberapa orang temannya dengan niatan iseng belaka.

Staf Keuangan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Junaidin, SE meminta maaf. Foto: Bima Mawardy

Foto pelajar SMKN 1 Kota Bima, Diana yang diedit dengan aplikasi Photo Ghost dengan  memunculkan sosok penampakan mahluk gaib yang dilakukan Junaidin menuai kontroversi dan telah meresahkan para pegawai di lingkungan kerja Pemkot Bima.

Setelah Tim IT Kahaba yang menemui pembuat foto di ruang humas Pemkot Bima, Rabu (10/10/2012) siang tadi, ketika menanyakan kepastian atas keaslian foto tersebut, Junaidin sempat mengelak dan menjawab akan langsung mendatangi kantor Kahaba untuk memberikan klarifikasi.

Secara khusus, Rabu sore tadi, Junaidin bertandang ke kantor redaksi Kahaba. Ia pun menjelaskan kronologis beredarnya foto tersebut. Dirinya mengaku, foto yang sudah terlanjur beredar dari tangan ke tangan itu berawal dari keisengannya belaka. File foto yang ia edit dengan menambahkan sosok makhluk halus dengan aplikasi Photo Ghost di HP Samsung Android miliknya sengaja ia tujukan untuk mengerjai salah seorang pelajar magang di tempatnya bekerja.

Awalnya dia menutupi kebohongan itu dan tak menduga kalau ulahnya itu mengundang kehebohan. Foto itu pun telah beredar luas  dari tangan ke tangan, dan beberapa media massa lokal hingga nasional  pun meliput dan mengabarkannya.

Junaidin bercerita, memang sesaat setelah menakuti temannya, kabar itu beredar luas di kantor Pemkot. Bahkan beberapa pejabat menanyakan hal tersebut dan menghampiri dirinya. Ia pun terpaksa mengiyakan bahwa itu foto asli . Karena ia merasa panik dan kebingungan ketika para pejabat, teman kantor bahkan insan pers mendatanginya. “Saya akui saya telah bohong, dan saya mengiyakan foto itu asli, karena saya merasa panik dan kebingungan,” ungkapnya.

Kepada Kahaba, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas hal tersebut. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa resah dan terganggu atas keisengan yang saya lakukan. Jujur saya tidak punya niat dan motivasi lain selain iseng pada teman sekantor,” tutur Junaidin. [BM/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *