Jatah Rastra Desa Kananga Kurang, Kepala Bulog: Jangan Diterima!

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jatah beras sejahtera (Rastra) untuk Desa Kananga Kecamatan Bolo dipertanyakan masyarakat penerima. Sesuai peraturan dan keterangan tertulis di karung Rastra, isi beras setiap karung semestinya 10 kg. Namun, jumlah yang sampai ke masyarakat justru kurang dari 10 kg.

Kepala Bulog Sub Divre Bima Heri. Foto: Yadien

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Kananga Muhammad Nur. Ia mengaku, jumlah beras yang diantar oleh pihak Bulog di kantor desa tidak mencapai 10 kg per karung.

“Kadang 1 karung hanya berisi 9 kg dan 8 kg saja,” ungkapnya.

Kades pun mempertanyakan bentuk tanggungjawab Bulog terkait kurangnya jatah Rastra tersebut.

“Siapa yang harus bertanggungjawab? Kan kami terima berasnya sudah kurang,” ujar dia.

Di tempat terpisah Kepala Bulog Sub Divre Bima Heri yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak tahu jika beras yang sampai pada masyarakat kurang. Pasalnya, sebelum beras dikeluarkan di gudang dan diangkut prosedurnya harus ditimbang dulu semua beras tersebut.

“Kemungkinan beras kurang saat perjalanan dari Bulog ke kantor desa. Namun, itupun belum bisa dipastikan lantaran belum menemukan bukti. Kita juga belum bisa langsung menuduh pihak pengangkut, tapi tetap akan kami konfirmasi,” janjinya.

Pihaknya mengimbau agar pemerintah desa tidak menerima beras jika kurang atau kualitasnya tidak bagus.

“Jangan diterima, minta petugas yang mengantar beras untuk menukarkan beras tersebut,” imbaunya.

Namun kata Heri, jika tanda bukti penerimaan sudah terlanjur ditandatangani oleh Kepala Desa, pihaknya masih memberi waktu pemerintah desa untuk menghubungi Bulog selama waktu 1×24 jam.

“Asal belum lewat 24 jam saja,” bebernya.

Kades juga diminta menghubungi Koordinator Pendistribusian Beras Rastra di nomor kontak 081235906297, jika menemukan beras yang kurang atau kualitasnya tidak bagus.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *