Pihak Telkomsel Janji Bohong, Warga Segel Tower

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penjanjian pihak Telkomsel dengan warga Dusun Bara 1 Desa Kananga Kecamatan Bolo dibatalkan sepihak oleh pihak Telkomsel. Akibatnya, masyarakat menyegek tower milik Telkomsel, Senin (16/4). (Baca. Kontrak Habis, Warga Kananga Minta Tower Telkomsel Dibongkar)

Warga Dusun Bara 1 Desa Kananga Kecamatan Bolo saat segel tower Telkomsel. Foto: Yadien

Kepala Dusun Bara 1, Subhan H Mansyur mengaku sangat kecewa dengan ulah pihak Telkomsel yang membatalkan perjanjian secara sepihak.

“Mereka sudah janji, tiba-tiba dibatalkan padahal warga sudah menunggu,” ungkapnya.

Dikatakan Subhan, pihak Telkomsel berjanji pada warga setempat pada hari Kamis (12/4) sekitar pukul 21.30 Wita di lokasi tower. Pada kesempatan itu Hamid yang mewakili pihak Telkomsel berjanji akan bertemu dengan warga setempat di Kantor Desa Kanangan hari ini, Senin (16/4).

“Warga kecewa, karena sudah menunggu,” ungkapnya.

Subhan berharap agar pihak Telkomsel tidak mempermainkan warga dengan janji-janji bohong. Karena warga juga ingin tower tersebut segera di bongkar.

Tamrin, warga desa setempat juga membenarkan hal tersebut. Katanya,  pihak Telkomsel sudah berjanji untuk bertemu bersama warga. Namun kenyataannya bohong.

“Jangan permainkan kami,” kesalnya.

Kata Tamrin, warga sangat kecewa dengan ulah pihak Telkomsel yang membatalkan sepihak perjanjian tersebut. Akibatnya warga kembali menyegel tower milik salah satu perusahaan provider tersebut.

“Pokoknya tower harus segera bongkar,” tegasnya.

Tamrin berharap agar pihak Telkomsel bersama pemerintah memperhatikan keluhan warga yang merasa resah dan terancam dengan keberadaan tower tersebut. Karena setiap kali angin datang pasti akan membuat warga panik dan ketakutan.

“Jangan pikir diri sendiri. Pikirkan warga di sekitar tower juga,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *