Peringatan Harlah PMII ke-58, Kader Diingatkan Jangan Jauh dari Ulama

Kota Bima, Kahaba.- Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58 wilayah Bima berlangsung meriah, Senin (16/4) malam bertempat di Aula PKK Kabupaten Bima.

Peringatan Harlah PMII ke-58. Foto: Ady

Harlah tahun ini mengangkat tema “58 Tahun PMII Berkhidmat untuk Bangsa dan Agama”. Para alumni, Banom NU GP Ansor, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII NTB, kader dan pengurus PMII Cabang Bima hadir memeriahkan harlah.

Pengurus PKC PMII NTB Islam Sahyudin dalam sambutannya mengajak kader PMII agar kembali ke garis perjuangan organisasi sebagaimana diletakkan para pendiri. Menjadikan kembali masjid dan kampus sebagai wadah untuk menempa kapasitas spritual dan keilmuan.

“Kader PMII tidak boleh jauh dengan senior, tidak boleh meninggalkan para ulama. Kita harus kembali ke masjid dan kembali ke kampus karena dari situ kita lahir,” ingat Islam Sahyudin yang juga Tim Carateker PMII Bima ini.

Ia juga menguraikan, PMII saat ini telah menjelma menjadi organisasi terbesar di Indonesia dengan 234 cabang tersebar di seluruh nusantara. Untuk jadi seperti sekarang, butuh perjuangan dan pengorbanan para pendiri hingga berdarah-darah.

“Tapi jangan sampai kita hanya merasa besar di luar sementara di internal keropos. Karena itu, momen Harlah ke-58 ini sangat tepat menjadi refleksi bagi kita untuk semakin lebih baik lagi,” jelasnya.

Islam Sahyudin melanjutkan, usia 58 tahun bukan lagi usia yang muda. Kedewasaan berpikir dan bertindak para kader harus tumbuh menyikapi berbagai persoalan yang terjadi.

Ia pun berpesan bahwa kaderisasi PMII harus kembali ke AD-RT dan punya basis keilmuan yang jelas. Maka wajar PB PMII telah mensyaratkan setiap calon Ketua Cabang harus standar PKL dengan IPK minjmal 3.

“PMII harus kembali ke khittah mencetak kader bangsa dan menjadi calon pemimpin. Berhenti saling memukul, mari saling merangkul,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *