Kelola Potensi Kota Bima, Rp1 Miliar Perkelurahan Jurus Andalan SW Mataho

Kota Bima, Kahaba.- Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bima nomor urut 3 Subhan M Nur-Wahyudin (SW Mataho) konsisten dengan program Rp1 miliar per kelurahan sebagai jurus andalan untuk mengatasi berbagai persoalan di Kota Bima. (Baca. Begini Konsep Birokrasi Efektif, Efisien dan Melayani Pasangan Manufer)

Debat publik pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima. Foto: Bin

Pemaparan itu tergambar ketika pasangan dari jalur perseorangan ini menjawab pertanyaan dari tim ahli saat debat terbuka Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bima 2018 segmen dua yang digelar KPU Kota Bima di Covention Hall, Selasa (17/4) pagi. (Baca. Solusi Kemiskinan dan Pengangguran, Lutfi-Feri Siapkan 10 Ribu Lapangan Kerja)

SW Mataho ditanyakan bagaimana strategi untuk mengembangkan berbagai potensi SDA dan SDM sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Kota Bima. Subhan memaparkan, SW Mataho mengangkat tema itu dalam visi-misi karena menilai Pemerintah Kota Bima selama ini belum sama sekali berpihak kepada kepentingan masyarakat, (Baca. Acara Debat Publik Paslon Kurang Greget dan Tidak Seru)

“Sehingga dengan program kami Rp 1 miliar per kelurahan itu yang akan kita berikan nanti di seluruh kelurahan,” jelas Subhan.

Anggaran sebanyak itu akan dialokasikan dari APBD Kota Bima untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena SW Mataho selama ini melihat masyarakat tidak pernah diperhatikan sama sekali.

“Masyarakat petani, masyarakat penjual bakulan, masyarakat tenunan dan sebagainya. Belum pernah disentuh sama sekali, sehingga bagaimana kita meningkatkan taraf hidup, perekonomian masyarakat Kota Bima lewat program Rp 1 miliar per kelurahan,” paparnya.

Anggaran Rp 1 miliar juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan generasi muda melalui penyediaan lapangan kerja yang memadai.

“Bagaimana mereka bisa memiliki lapangan pekerjaan dengan anggaran yang kita berikan. Itu untuk menanggulangi pengangguran di Kota Bima,” terangnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *