STIT Kembali Berbenah, Syukri Dipercaya Jadi Ketua

Kota Bima, Kahaba.- Pengurus Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima mengambil langkah cermat untuk memperbaiki dan membenahi kondisi kampus yang belakangan mulai meredup dari aktivitas akademis. Kebijakan yang dikeluarkan yakni dengan merombak struktur pengurus di tingkat pimpinan lembaga kampus berbasis Islam tertua di Bima ini.

Proses serah terima jabatan Ketua STIT Sunan Giri Bima disaksikan pengurus yayasan. Foto: Ady

Berdasarkan keputusan bersama pengurus yayasan, Syukri Abubakar dipercaya memimpin STIT menggantikan H Mustafa HM Ali. Dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral di salah satu perguruan tinggi di Pulau Jawa ini semula pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT.

Di mata mahasiswa, Syukri terbilang dosen yang punya wawasan dan pengetahuan luas di bidang kajian keIslaman. Syukri juga dikenal produktif menulis dan telah berhasil menerbitkan beberapa buku bersama penulis lainnya. Salah satu bukunya yang mulai dikenal luas yakni buku yang mengupas Aksara Bima.

Proses serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan pada Senin (16/4) siang kemarin. Disaksikan pengurus yayasan, para dosen dan pengurus lembaga STIT Sunan Giri Bima.

Selain Syukri, posisi Pembantu Ketua (Puket) I, Puket II dan Puket III juga diisi tenaga baru yang lebih muda dan enerjik. Puket I dipercayakan kepada Sirajuddin, Puket II Faturrahman dan Puket III Irwan Supriadin.

Usai dilantik, Syukri Abubakar mengaku siap mengemban amanah baru untuk mengelola kampus bernafas Ahlu Sunnah Wal Jamaah NU tersebut. Sesuai harapan pengurus yayasan, bangunan STIT yang megah saat ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menghidupkan geliat aktivitas akademik.

“Yayasan juga berharap ke depan STIT lebih maju lagi dan bersaing dengan kampus-kampus lain di Bima melalui program inovasi maupun kegiatan-kegiatan akademik yang kreatif,” terangnya ditemui di kampus setempat.

Diakuinya, kondisi STIT saat ini memang sangat menurun dari aspek jumlah mahasiswa dan aktivitas akademik. Hal itu sangat berpengaruh terhadap perkembangan STIT dan animo masyarakat untuk kuliah. Karena itu, dengan tenaga baru yang lebih segar dipuncak pimpinan akan ada perubahan dan peningkatan.

“Rencana kita dengan para dosen, beberapa kegiatan akan dilaksanakan dalam waktu dekat untuk mengangkat kembali citra STIT. Seperti kajian ilmiah rutin, diskusi, seminar, bedah buku bahkan kita sudah siapkan program tahfidz (hafalan) dan asrama bagi mahasiswa,” terangnya.

Puket III STIT Irwan Supriadin mengatakan, perombakan struktur lembaga saat ini merupakan jawaban dari pertanyaan dan masukan para alumni maupun sejumlah pihak agar ada penyegaran.

“Pertemuan kita dengan para alumni tahun lalu hampir semua menitipkan harapan yang sama, perlu ada penyegaran struktur pengurus lembaga STIT agar kampus yang mulai redup bisa kembali bersinar. Alhamdulillah yayasan menyadari dan merespon dengan baik,” jelasnya.

Irwan melanjutkan, kepercayaan yayasan untuk merombak pengurus karena melihat keseriusan para dosen muda membenahi kampus. Hal itu terlihat dengan upaya sosialisasi yang begitu massif ke semua penjuru desa dan kecamatan di Kabupaten Bima untuk mengenalkan STIT dan mengajak masyarakat kuliah belum lama ini.

“Kita belum bisa memberikan ekspetasi yang muluk-muluk seperti apa target ke depan, yang jelas kita ingin bekerja bersama dengan kondisi ril saat ini untuk berbenah,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *