Sukseskan Pemilu Serentak, KPU Kota Bima Gelar Pagelaran Budaya

Kota Bima, Kahaba.- Menyukseskan pemilihan umum serentak tahun 2019, KPU Kota Bima menggelar kegiatan Pagelaran Seni Budaya dengan Tema “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih yang Berdaulat Guna Menyukseskan Pemilu Serentak 2019”.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan partai, sejumlah pejabat dan FKPD Kota Bima dan masyarajat tersebut dilaksanakan di halaman Kantor KPU, Sabtu pagi (21/4).

Pagelaran Seni budaya yang ditampilkan seperti Gantao, Biola, Tari Muna Tebe dari SMKN 1 Bima, dan Sampela Mbojo. Kegiatan yang dipandu Krisna selaku MC dinikmati oleh para penonton dan peserta undangan.

Selain menyaksikan Pagelaran Seni Budaya, para undangan yang hadir juga diberikan kupon untuk mendapatkan sejumlah doorprize menarik.

Ketua KPU Kota Bima Melalui Ketua Devisi SDM KPU Kota Bima Agus Salim dalam sambutannya menyampaikan, Bangsa Indonesia menciptakan sejarah baru dalam Pemilihan Umum Tahun 2018 dan 2019. Karena di tahun itu digelar pesta demokrasi secara serentak. Seperti Pilkada pada tahun 2018, pemilihan presiden dan anggota DPR secara bersamaan dan serentak di seluruh Indonesia.

“Kami berharap masyarakat bisa menggunakan hak pilih dengan cerdas dan bersama menciptakan Pemilu yang aman dan damai,” harapnya.

Kata Agus, untuk angka partisipasi pemberian hak suara pada Pemilu tahun 1999, angka partisipasi terbilang tinggi karena mencapai 92 persen. Kemudian sedangkan di tahun 2004 angka partisipasi pemberian hak suara menurun 84 pprsen. Begitu juga pada tahun 2009 angka partisipasi semakin sehingga mencapai 71 persen. Sedangkan di tahun 2014 angka partisipasi sedikit naik mencapai 75 persen.

“Untuk partisipasi pemberian hak suara pada tahun 2019 nanti, kami optimis angka partisipasinya naik dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya yakin.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *