FKUB, Polisi dan TNI Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Wawasan Kebersamaan di SMKN 1

Kota Bima, Kahaba.- Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bima melaksanakan program road to school di SMKN 1 Kota Bima, Sabtu (21/4) untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dan wawasan kebangsaan. Kegiatan itu menghadirkan 2 narasumber yaitu Wakapolres Bima Kota Kompol Yusuf Taujiri dan Dandim 1608 Bima, Ketut Sudiana.

Sosialisasi bahaya narkoba dan wawasan kebangsaan di SMKN 1 Kota Bima. Foto: Eric

Ketua FKUB Kota Bima H Eka Iskandar Z dalam sambutannya mengungkapkan, FKUB merupakan lembaga yang menjunjung tinggi nilai kerukunan beragama. Karena kerukunan umat beragama harus dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan dan kerjasama dalam kehidupan dan bernegara.

Sementara itu Wakapolres Bima Kota Yusuf Taujiri yang menyampaikan materi tentang narkoba mengingatkan tentang bahayanya barang haram itu untuk kehidupan. Karena dapat merusak kondisi kesehatan dan psikologis. Sehingga dapat berdampak buruk dalam kehidupan, bahkan bisa membawa kematian.

Dengan dampak buruk tersebut, maka sudah sepantasnya pemerintah serta aparat penegak hukum terus memerangi peredarannya. Agar dapat menyelamatkan generasi, lebih khusus pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.

“Narkoba harus kita perangi bersama, guna menyelamatkan generasi bangsa,” ajaknya.

Wakapolres juga berpesan kepada siswa agar tidak mengonsumsi Tramadol dan minuman oplosan. Kedua barang ini sudah banyak menelan korban, baik dari sisi materil dan nyawa manusia.

Selanjutnya, Dandim 1608 Bima menyampaikan tentang wawasan kebangsaan.  Kata dia, wawasan kebangsaan adalah konsep politik bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah meliputi darat, laut dan udara. Keberadaan TNI di Indonesia untuk melindungi dan mempertahankan Negara ini dari serangan-serangan, baik serangan dari luar maupun dalam negeri.

“Di laut ada angkatan laut yang menjaganya, di darat ada angkatan darat dan di udara ada angkatan udara,” bebernya.

Ditambahkan Dandim, wawasan kebangsaan sangat perlu diketahui oleh para pelajar mengingat budaya yang sudah hilang, karena kurangnya wawasan kebangsaan. Hal ini dapat dilihat ketika adanya persoalan kecil yang membuat perang antar kampung.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *