Ketua PDIP Kota Bima Dibebastugaskan, Ruslan: Saya Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- Ketua DPC PDIP Kota Bima Ruslan menyampaikan permohonan maaf karena bersikap arogan terhadap polisi saat ditilang, akhir pekan kemarin. Atas insiden itu pun, Ruslan dibebaskatugaskan dari jabatannya sebagai Ketua PDIP Kota Bima.

Ketua DPC PDIP Kota Bima Ruslan (Kanan) saat menggelar konferensi pers. Foto: Bin

Sebelumnya, insiden Ruslan yang memarahi polisi viral di media sosial. Penilangan terjadi karena plat nomor yang digunakan Ruslan tak sesuai aturan berkendara atau dimodifikasi.

Saat menggelar konferensi pers di kantor DPC PDIP Kota Bima, Senin (23/4) Parlan – begitu dirinya biasa disapa – mengaku ada kesalahpahaman. Maka selaku pimpinan partai dan pribadi, dirinya mengakui dan ikhlas dirinya telah melakukan kesalahan yang bersifat mendasar.

“Saya akui salah dan telah bersifat arogan,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Polri, terutama Sat Lantas Polres Bima Kota atas insiden dimaskud. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan warga PDIP seluruh Indonesia.

“Mungkin dari kejadian itu ada yang janggal dan tidak terpuji, makanya saya menyampaikan permohonan maaf,” tuturnya.

Atas peristiwa itu, ia akan jadikan bahan evaluasi dan koreksi diri. Kedepan, dirinya pun akan lebih patuh dalam berkendara.

Ditanya kronologis awal hingga terjadinya insdiden itu, awalnya Parlan enggan membeberkannya. Namun karena terus diminta sejumlah media untuk bercerita, ia pun menyampaikan secara umum awal peristiwanya.

Menurut dia, kejadiannya di Kuburan Cina Kelurahan Dara, hari Sabtu (21/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Dirinya datang dari arah terminal Dara, kemudian Kasat Lantas dalam rangka tugas mengecek kelengkapan kendaraan, ia pun diberhentikan.

Saat dia menyerahkan STNK sambungnya, jadi ada pelanggaran berupa nomor plat yang tidak sama dengan dengan nomor plat yang tertera di mobil.

“Saya tidak mau salah, padahal saya salah, makanya saya marah marah. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf,” katanya dan menambahkan, penyampaian permohonan maaf ini atas kesadaran sendiri.

Sementara itu, disadur dari kumparan.com, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, Ruslan diduga melakukan pelanggaran tindakan tidak terpuji.

“Saudara Ruslan seharusnya sebagai pimpinan partai memberikan keteladanan, taat pada mekanisme dan budaya hukum, bukannya bertindak arogan yang sangat tidak pantas sebagai elit Partai,” beber Hasto.

Berikut sikap PDIP:

1). DPP PDI Perjuangan melakukan pembebastugasan Ketua DPC PDIP Bima, NTB, Sdr. Ruslan Usman, S.Sos atas tindakannya yang tidak terpuji, yang seharusnya tidak pantas dilakukan oleh anggota Partai sekalipun.

“Sdr Ruslan seharusnya sebagai pimpinan partai memberikan keteladanan, taat pada mekanisme dan budaya hukum, bukannya bertindak arogan yang sangat tidak pantas sebagai elite Partai. DPP Partai, setelah mendalami persoalan tersebut, mendengarkan masukan dari Ketua DPP Bidang Kehormatan, Komaruddin Watubun, dan masukan dr DPD Partai, mengambil tindakan tegas dengan membebaskan yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Kota Bima”

2). Ketegasan sikap DPP PDIP tersebut setelah beredar video yang kemudian menjadi viral, ketika Ruslan dengan penuh arogansi berdebat dengan aparat kepolisian yang melakukan operasi tertib lalu lintas.

“Saudara Ruslan nyata-nyata bersalah, menggunakan no plat mobil yang tidak seharuanya. Sebagai warga Partai yang seharusnya tunduk pada hukum, langkah yang dilakukan sangatlah tidak terpuji, dan hal ini merupakan pelanggaran disiplin yang serius. Atas dasar hal tersebut, maka DPP Partai meminta kepada Ketua DPD PDIP Provinsi NTB, Rachmat Hidayat, untuk melakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian, dan menyampaikan pemberian sanksi Partai tersebut”

3). DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh anggota dan kader Partai untuk ikut mendukung rasa aman dan ketentraman masyarakat dengan menaati hukum, dan memperkuat kesadaran dan budaya hukum, serta menampilkan perilaku kader yang sesuai dengan watak dan jati diri Partai. Partai terus berupaya membumikan Pancasila dalam seluruh keputusan politik dan kehidupan sehari-hari.

“Kedisiplinan dalam berorganisasi, disiplin dalam sikap, tindakan, dan berbicara sangat penting sebagai cermin kualitas kekaderan Partai. Anggota dan kader Partai harus menjadi teladan, menjadi elemen pemersatu, dan terus menyatu dengan rakyat”

4). Keputusan pembebastugasan Ketua DPC Bima tersebut akan disampaikan keseluruh jajaran Partai se-Indonesia agar tidak ada kejadian serupa yang terulang di masa yang akan datang.

Hasto Kristiyanto

Sekjen PDI Perjuangan

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *