Dispar Kota Bima Gelar Kegiatan PPKMM

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima menggelar kegiatan Pendampingan dan Pembentukan Kelompok Masyarakat dan Mitra (PPKMM), di aula Pemerintah Kota Bima. Kegiatan yang rencananya akan digelar selama 2 hari mulai Senin hingga Selasa (14-15/5) itu dibuka secara resmi oleh Assisten I Setda Kota Bima Muhammad Farid.

Kegiatan PPKMM digelar Dinas Pariwisata Kota Bima. Foto: Eric

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H Syukri pada sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan industri wisata. Dengan harapan, para peserta kegiatan bisa berperan aktif sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh kembangnya kepariwisataan di Kota Bima.

“Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari perwakilan 5 Kecamatan se-Kota Bima,” sebutnya.

Mantan Kadis Sosial itu juga berharap, para peserta bisa mengikuti  kegiatan ini secara menyeluruh. Karena akan ada penyampaian pembahasan yang detail tentang pengembangan dunia usaha pariwisata yang harus dikembangkan bersama.

Pihaknya juga ingin peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pariwisata. Kemudian meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata, serta meningkatkan nilai manfaat pariwisata dan mensukseskan pembangunan pariwisata.

Dalam pengembangan berbagai potensi kepariwisataan sambungnya, diperlukan kemitraan dan kerjasama semua pihak. Hal ini dimulai dari pemerintah selaku penentu kebijakan, serta ada peran pengusaha dan masyarakat dala mewujudkan hal tersebut.

“Kami meyakini dengan digelarnya kegiatan ini, para peserta dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar kompetensi kerja, pada sektor pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu Assisten I Setda Kota Bima Muhammad Farid saat membuka acara tersebut menyampaikan, Kota Bima memiliki wilayah yang sangat strategis. Karena berada di tengah-tengah segitiga emas tujuan pariwisata nasional, yaitu Bali, Pulau Komodo dan Bunaken.

“Dengan letak strategis ini sangat memungkinkan daerah menjadi Kota transit para wisatawan. Maka dari itu harus dimanfaatkan dengan baik, sebab kita telah memiliki potensi yang dapat ditawarkan sebagai tujuan wisata, yaitu potensi alam dan budaya,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *