Isi Kuliah Umum di STISIP, Anwar Usman Paparkan Kewenangan MK

Kota Bima, Kahaba.- Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima mendapat kehormatan dikunjungi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI Doktor Anwar Usman, Jumat (18/5). Kehadiran tokoh asal Bima yang kini memimpin lembaga yudikatif itu langsung dimanfaatkan pihak kampus untuk menggelar kuliah umum.

Ketua MK Anwar Usman saat menyampaikan kuliah umum di STISIP Mbojo-Bima. Foto: Deno

Kuliah umum berkaitan dengan tugas dan kewenangan MK. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus STISIP dan diikuti mahasiswa, dosen, aparat kepolisian serta masyarakat umum.

Ketua MK RI Doktor Anwar Usman menjelaskan, MK merupakan salah satu lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman secara merdeka untuk menyelenggarakan pengadilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Adapun MK mempunyai 4 (empat) kewenangan dan 1 (satu) kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final.

Yakni menguji undang-undang terhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memutus Sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

“ditambah dengan kewajuban MK memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga melakukan pelanggaran (impeachment),” paparnya.

Selain itu sambungnya, berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2011 MK memiliki kewenangan tambahan Memutus perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota selama belum terbentuk peradilan khusus.

Sementara itu, Ketua STISIP Mbojo Bima Mukhlis Ishaka mengaku, pihaknya sengaja mengundang Ketua MK RI untuk mengisi kuliah umum karena kebetulan sedang berada di Bima.

“Beliau salah satu tokoh asal Bima yang berhasil memimpin MK. Tentu sangat kita harapkan transformasi ilmunya untuk mahasiswa dan kita semua,” ujar dia.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *