Walikota Bima Awali Safari Ramadan di Rasanae Barat

Kota Bima, Kahaba.- Kecamatan Rasanae Barat menjadi lokasi pertama yang dikunjungi dalam agenda Safari Ramadhan 1439 H Pemerintah Kota Bima, Senin malam (21/5). Walikota Bima HM Qurais H Abidin bersama jajaran hadir di Masjid Agung Al-Muwahiddin Bima untuk melaksanakan sholat Isya dan tarawih berjamaah sekaligus bersilaturahim dengan masyarakat setempat.

Walikota Bima HM Qurais H Abidin. Foto: Hum

Walikota dalam sambutannya menyampaikan, Safari Ramadan merupakan kegiatan rutin tahunan Pemerintah Kota Bima. Tujuannya untuk semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menjadi wadah penyampaian informasi pembangunan serta penyerapan aspirasi masyarakat.

Beberapa hal terkait perkembangan dan pembangunan Kota Bima saat ini antara lain, telah dibentuk 3 kelurahan baru yaitu Kelurahan Jatibaru Timur, Ule, dan Kelurahan Oi Mbo. Ketiga kelurahan ini sementara dipimpin oleh Plt Lurah, sambil menunggu kelengkapan struktur organisasi dan infrastruktur pendukung operasional. Walikota meminta masyarakat setempat mendukung kinerja Plt Lurah.

“Selain sebagai perwujudan aspirasi masyarakat, tujuan pembentukan 3 kelurahan baru ini adalah untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat dan pemerataan pembangunan Kota Bima”, kata Walikota.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Bima Kota yang mampu menjaga kondusifitas wilayah, terutama ketenangan umat Islam selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Ramadan tahun ini terasa sekali berkurangnya suara petasan yang mengganggu khusyuknya ibadah umat. Semua ini berkat kesigapan aparat Kepolisian dalam upaya pencegahannya,” kata Walikota.

Ia pun meminta seluruh masyarakat terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Lurah dan RT/RW serta tokoh masyarakat atau tokoh agama diminta terus aktif berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Para orangtua dan tokoh agama juga diminta untuk mengajak remaja dan pemuda untuk meramaikan masjid selama bulan Ramadhan, sekaligus mencegah aktivitas tidak bermanfaat seperti membakar petasan.

Walikota juga meminta masyarakat mendukung upaya penanganan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang kembali dilaksanakan di Kota Bima tahun 2018. Program akan dilaksanakan di 31 kelurahan di 5 kecamatan, salah satunya di Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat.

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyerahkan  sejumlah bantuan keagamaan dari Pemerintah Kota Bima, salah satunya adalah bantuan dana pembangunan Masjid Agung Al-Muwahiddin senilai Rp 1 miliar yang diterima oleh pengurus masjid A Karim Azis.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *