Walikota Bima Serahkan Bantuan Program Keagamaan di Asakota

Kota Bima Kahaba.- Walikota Bima HM Qurais H Abidin beserta jajaran melanjutkan kegiatan Safari Ramadhan 1439 H Pemerintah Kota Bima di Kecamatan Asakota, tepatnya di Masjid Al-Khairat Kelurahan Jatibaru, Selasa malam (22/5).

Walikota Bima saat safari ramadan di Kecamatan Asakota. Foto: Hum

Turut hadir Kapolsek Asakota dan para tokoh agama. Bertindak selaku Imam dan pemberi tausiyah adalah Ketua DMI Kota Bima H Ramli Ahmad.

Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadi melalui siaran persnya mengatakan, pada kesempatan itu Walikota menyerahkan bantuan program keagamaan dari Pemerintah Kota Bima bagi Kecamatan Asakota. Antara lain dana insentif bagi para guru ngaji yang diterima secara simbolis oleh guru ngaji TPQ Al-Khairat Ridwan Ismail senilai Rp 735.000. Selain itu, bantuan dana pembangunan Masjid Al Khairat senilai Rp 15.000.000,- yang diterima oleh pengurus masjid.

Terhadap imam, bilal dan marbot juga diberikan dana insentif. Untuk para imam, bantuan diterima secara simbolis oleh Abdurrahman Ismail senilai Rp 1.000.000. Untuk para bilal, bantuan diterima secara simbolis oleh Syamsuddin, senilai Rp 700.000, sementara untuk para marbot bantuan diterima secara simbolis oleh Salem Ali, senilai Rp 700.000.

Walikota menyatakan bahwa dana insentif ini memang nilainya tidak seberapa, namun setiap tahun akan selalu diupayakan ada peningkatan alokasi dalam APBD. Ia berharap ini bisa menjadi penyemangat dan bentuk apresiasi bagi para imam, marbot, bilal, dan guru ngaji.

“Walikota berharap bantuan pembangunan masjid dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus masjid. Juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban wilayah serta memperkuat kesetiakawanan sosial,” katanya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *