Safari Ramadan di Desa Mbawa, Bupati Apresiasi Toleransi Umat Beragama

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi terciptanya suasana kerukunan, toleransi dan sikap saling hormat-menghormati masyarakat di tengah keragaman etnis, budaya dan agama di Desa Mbawa Kecamatan Donggo. Hal ini disampaikan Bupati Bima saat safari ramadan, Selasa (22/5) malam kemarin.

Bupati Bima saat safari ramadan di Dusun Sangari Desa Mbawa. Foto: Hum

“Sungguh, iklim hidup keagamaan masyarakat Donggo pantas menjadi teladan bagi masyarakat di wilayah lain,” puji Bupati dihadapan masyarakat yang melaksanakan shalat isya dan taraweh di Masjid Nurul Muttaqin Dusun Sangari Desa Mbawa.

Menurut Bupati, meski antar umat beragama hidup dalam satu lingkungan yang saling berdekatan di Desa Mbawa, namun selama ini tidak pernah ada perselisihan yang menjadi embrio dishamoni. Nuansa kebersamaan, saling menopang dan kegotong-royongan begitu indah.

“Semua ini mencerminkan masyarakat Donggo telah menjadikan hakikat agama sebagai penuntun kedamaian dan kasih sayang kepada sesama mahluk,” ujar Bupati Bima seperti dikutip dari siaran pers Bagian Humas dan Protokol.

Bupati menambahkan, suasana yang sudah terjalin dengan baik itu merupakan modal yang sangat krusial bagai pemerintah dareah guna terus melanjutkan ikhtiar membangun segenap dou labo dana menuju tercapainya tatanan hidup yang religius, aman, makmur, amanah dan handal.

Lewat momentum ini pula, Bupati Bima mengajak kepada semua pihak untuk terus berbuat baik berlandaskan keikhlasan, rekatkan persatuan dan persaudaraan. Selain itu mengingatkan agar masyarakat menghindari ajakan atau arahan yang menjauhkan dari kemurnian aqidah, bersatu padu dengan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menumbuh kembangkan rasa aman dan ketertiban.

Masyarakat juga dimintanya untuk mematuhi alim ulama dan tokoh-tokoh agama guna membentengi masyarakat dari berbagai pengaruh negatif moderenitas. Serta berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial.

“Jangan mengikuti arus menggunakan media sosial sebagai alat menyebar  berita-berita hoax bernuansa fitnah, adu domba dan memecah belah serta muatan-muatan lain yang dapat mereduksi nilai-nilai moral dan etika,” pesan Bupati Bima.

*Kahaba-03   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *