DLH Uji Kualitas Air dan Udara, Hasilnya Mencengangkan

Kota Bima, Kahaba.- Untuk memastikan kualitas udara dan air tetap di bawah ambang batas yang dapat diterima oleh kesehatan tubuh manusia dan fauna, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima berkerjasama dengan KLHK Provinsi NTB melaksanakan uji kualitas air dan udara di wilayah Kota Bima.

Penyerahan passive sample alat uji udara dari laboratorium DLHK NTB. Foto: Dok DLH

Kabid Pengendalian pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Abdul Haris mengakatan, berdasarkan hasil uji kualitas untuk air sungai di Kota Bima cukup mencengangkan.

“Air sungai di Kota Bima sudah tercemar kategori sedang dan hampir masuk kategori berat secara merata di semua Sungai Padolo dan Melayu. Bakteri ecoli yang sangat tinggi terdapat dalam aliran sungai tersebut,” ujar, Kamis (31/05).

Kata Haris, pencemaran air sungai oleh bakteri ecoli tersebut diakibatkan oleh perilaku buang air besar (BAB) langsung di sungai atau membuang saluran septitank langsung ke wilayah sungai. Serta pembuangan sampah yang sembarangan di badan sungai.

Untuk itu pihaknya berharap agar masyarakat tidak membuang sampah di badan sungai, selokan, drainase, sungai dan di laut. “Kami juga meminta agar warga tidak membakar rumput ilalang, hutan termasuk membakar jerami dan sampah karna itu akan mencemari udara,” imbaunya.

Haris menambahkan, untuk hasil uji kualitas udara yang menggunakan alat passive sample masih berkualitas bagus. Karenanya. untuk menjaga kualitas udara dan air tetap bagus, maka kerjasama yang baik dengan semua pihak sangat dibutuhkan untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *