Mengisi Bulan Ramadan, Pemuda Bontoranu Gelar Sejumlah Lomba

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemuda Bontoranu Desa Rada menggelar sejumlah lomba dalam rangka mengisi bulan Suci Ramadan. Diantaranya lomba menghafal doa sehari-hari, hafalan surat pendek, sholat jenazah, sholat wajib, adzan, dan ceramah agama.

Foto bersama Pemuda Bontoranu disela-sela kegiatan. Foto: Yadien

Kegiatan tersebut telah berlangsung selama 4 hari setelah dilakukan acara pembukaan pada hari Selasa (29/5) lalu.

Ketua Panitia Kegiatan, Khairunnas menyampaikan, kegiatan tersebut digelar untuk menumbuhkan minat anak-anak muda terlebih anak sekolah untuk mempelajari agama. Seperti cara sholat wajib, bacaan doa-doa dan sebagainya.

“Penanaman nilai-nilai dan kebiasaan baik seperti mempelajari agama itu harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya, Jumat (1/6).

Katanya, kemerosotan dan degradasi moral generasi belakangan ini sangat memprihatinkan. Untuk itu perlu ada kegiatan-kegiatan keagamaan yang bisa menjadi pembunuh virus kemerosotan moral tersebut.

“Atau minimal menjadi penyeimbang agar kemerosotan tidak melaju begitu pesat,” katanya.

Khairunnas membeberkan, ada 119 peserta yang mengikuti lomba-lomba tersebut yang terdiri dari 67 orang laki-laki dan 52 orang perempuan. 48 orang mengikuti lomba hafal doa sehari-hari, 20 orang mengikuti lomba hafalan surat pendek, 16 orang mengikuti lomba sholat jenazah, 8 orang mengikuti lomba sholat wajib, 12 orang mengikuti lomb adzan, dan 15 orangg mengikuti lomba ceramah agama.

Harapanya, semoga dengan kegiatan tersebut, bisa menjadi pemicu agar generasi muda dan anak-anak giat untuk belajar agama. Tidak hanya saat lomba saja namun juga setiap hari setelah lomba tersebut selesai.

“Semoga ini bisa menjadi pematik untuk terwujudnya anak-anak yang rajin belajar agama setiap harinya,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *