Tidak Ada Koordinasi Pakai Jalan Untuk Pasar Ramadan, Dishub Semprot Diskoperindag

Kota Bima, Kahaba.- Penggunaan jalan di depan Museum ASI Mbojo oleh Dinas Koperindag Kota Bima untuk kegiatan Pasar Ramadan, rupanya digunakan secara sepihak dan tidak dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Bima.

Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Bima Tasrif. Foto: Eric

Cara yang dilakukan oleh Dinas Koperindag Kota Bima itu pun menuai sorotan Dinas Perbubungan. Karena tidak adanya koordinasi kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengatru penggunaan jalan umum.

“Tentu kami merasa keberatan. Mestinya sebelum menggunakan jalan itu, Diskoperindag harus terlebih dahulu komunikasi dan koordinasi. Ini tentu menghambat kepentingan umum,” ungkap Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Bima Tasrif, baru – baru ini.

Apalagi penerapan satu jalur kata Tasrid, jalan yang digunakan itu merupakan jalan alternatif yang dilalui pengendara satu jalur. Terlebih lagi jembatan Padolo I sudah dibongkar. Praktis arus lalu lintas harus direkayasa dan dicari jalan alternatif.

“Seharusnya Pasar Ramadan di dalam lapangan. Untuk menghindari macetnya arus lalu lintas,” katanya.

Selain Pasar Ramadan sambungnya, hal serupa juga terjadi di Pasar Lebaran yang akan dilaksanakan pada awal Juni ini. Dinas Perhubungan tidak pernah diundang untuk rapat koordinasi terkait persiapan pelaksanaan Pasar Lebaran di Amahami.

“Seharusnya ini dikoordinasikan ke kami agar kami bisa mengatur jalan. Karena dampak dari Pasar Lebaran ini jalan digunakan untuk area parkir,” tegasnya.

Sementar aitu, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Nurjanah yang dimintai tanggapan mengaku sudah melakukan koordinasi.

“Waktu rakor persiapan, hadir juga perwakilan dari Dinas Perhubungan. Bahkan, dinas tersebut masuk dalam tim,” jelasnya mantan Camat Rasanae Barat itu.

Intinya tambahnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi, dan telah melayangkan surat pemberitahuan ke Dinas Perhubungan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *