Batas Desa Sering Polemik, Wabup Janji Lakukan Pemetaan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Persoalan batas desa masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dan kerap menuai polemik. Bahkan, terjadi antar desa lintas administrasi daerah. Seperti Kecamatan Tambora Kabupaten Bima dengan Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Jika terus dibiarkan bisa saja menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer saat diwawancara media ini. Foto: Istimewa

Menyikapi persoalan ini, Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer mengakui, memang masih banyak masalah batas desa yang belum diselesaikan. Karena itu, ia berjanji akan akan melakukan identifikasi dan pemetaan dulu desa mana saja yang bermasalah.

“Kita akan lakukan pemetaan dulu dan identifikasi. Ini masalah serius. Perlu ada penyelesaian khusus nanti,” kata Dahlan disela mengisi kegiatan di Hotel Mutmainnah, Selasa kemarin.

Untuk mendapatkan informasi pasti, menurutnya perlu ada partisipasi juga dari masyarakat untuk melaporkan setiap persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing. Tujuannya, supaya pemerintah daerah bisa mencari solusi dan langkah-langkah penyelesaian.

“Saya tekankan kepada Camat dan Kades, apapun yang terjadi di wilayah itu segera laporkan supaya kita ambil langkah-langkah strategis,” tegasnya.

Untuk penyelesaian batas desa lintas administrasi daerah menurutnya, perlu ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk memfasilitasi. Dahlan juga mendapatkan informasi bahwa ada pergeseran batas wilayah yang cukup jauh dari sebelumnya di Tambora.

“Jadi ini memang menjadi masalah utama kita. Kalau dibiarkan terlalu lama dikuatirkan akan berkembang seperti Parado dan Monta itu,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *