Truk Terguling, 2 Penumpang Meninggal Dunia

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kecelakaan maut terjadi di Desa Sarita Kecamatan Soromandi, Rabu sore (6/6). Truk bermuatan jagung terguling saat melintas di jalan tanjakan desa setempat. Akibat kecelakaan itu, 2 orang penumpang dikabarkan meninggal dunia.

Truk terguling di Desa Sarita. Foto: Istimewa

Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan ini. Namun diduga, truk AD 1608 E tersebut kelebihan muatan dan alami rem blong. Sehingga truk tersebut mundur dan akhirnya terguling.

Informasi yang dihimpun, 2 orang yang meninggal tersebut yakni Saiful warga Desa Nggembe meninggal di lokasi. Sementara Syafrudin warga yang sama, nyawanya tidak tertolong saat di rawat di Rumah Sakit Sondosia.

Kasat Lantas Polres Bima Kabupaten, IPTU Caka Putu Gde mengakui kejadian kecelakaan belum bisa dipastikan penyebabnya. Karena hingga saat ini, anggota Satuan Lantas sudah menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP, kemudian menuju rumah duka.

“Jumlah penumpang dalam truk tersebut diperkirakan sebanyak 6 orang. Beberapa diantaranya juga mengalami luka serius. Saat ini, sejumlah penumpang tengah dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Kata dia, karena di TKP tidak ada jaringan atau signal handphone, maka diringa belum bisa menghubungi anggota. Untuk jumlah penumpang pun belum bisa dipastikan. Demikian jumlah penumpang yang meninggal dunia.

“Saat ini kami sudah mengamankan sopir truk tersebut dan kami juga belum mengambil keterangan, karena sopir masih trauma akibat kejadian sore tadi,” pungkas Caka.

Sementara itu, Eka yang merupakan anak Syafrudin korban yang meninggal, saat dihubungi media ini membenarkan orang tuanya meninggal akibat kecelakaan tersebut. Saat ini sedang disemayamkan di rumah duka dan direncanakan akan dikubur besok.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *