Dandim Minta Maaf, Oknum Anggota TNI Yang Aniaya Kades Akan Ditindak Tegas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dandim 1608 Bima Letnal Kolonel Infrantri Bambang Kurnia Eka menyampaikan permintaan maaf atas insiden pemukulan Kepala Desa Kananga, oleh Lettu UM. Dirinya juga menegaskan, akan menindak tegas seorang perwira tersebut dan memeroses sesuai hukum yang berlaku. (Baca. Kades Kananga Dianiaya Oknum Anggota TNI)

Dandim 1608 Bima Letnal Kolonel Infrantri Bambang Kurnia Eka. Foto: Bin

“Benar ada pemukulan itu. Kejadian seperti ini tentu tidak kita harapkan bersama, makanya saya minta maaf. Kendati Lettu UM bukan anggota kita di Bima, dan sekarang bertugas di Korem Biak. Tapi dia juga merupakan keluarga kami di TNI,” katanya saat menggelar konferensi pers di Aula kantor Kodim 1608 Bima, Rabu (13/6).

Diakui Bambang, pihaknya sengaja menggelar pertemuan konferensi pers insiden oknum TNI yang memukul kades, agar tidak muncul informasi yang simpang siur dan masyarakat juga tidak mengonsumsi informasi – informasi yang mengganggu ketertiban umum.

“Pertemuan ini juga merupakan petunjuk dari bapak Pangdam agar kita memberikan informasi yang akurat dan benar,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Lettu UM cuti dan pulang ke Bima. Karena ada masalah yang sebenarnya sudah tidak lagi menjadi masalah dan sudah diselesaikan. Tapi oleh UM melapor ke Danramil Bolo, meminta agar bisa diselesaikan.

Danramil yang hendak menyelesaikan masalah itu lalu mengundang Kades Kananga dan pembeli rumah dari orang tua UM untuk bertemu. Saat itu, Kades Kananga datang, sementara pembeli rumah tidak hadir.

“Saat dijelaskan oleh Kades Kananga duduk persoalannya. UM kemudian berdiri dan memukul Kades Kananga. Lalu dilerai oleh Danramil,” ungkapnya.

Setelah insiden itu, yang bersangkutan dibawa untuk segera menghadap dirinya ke kantor. Namun yang disayangkannya, UM tidak berterus terang terhadap masalah yang dihadapinya. Kemudian UM diambil keterangan untuk diproses. Sejumlah saksi – saksi juga dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Saat ini UM masih di POM untuk menjalani pemeriksaan,” ungkapnya.

Dandim juga mengakui, dirinya sendiri sudah melaporkan kejadian ini di Korem. Dari Korem juga meminta untuk diproses dan ditindak tegas, agar bisa menjadi bahan pembelajaran dan efek jera. Sebab, sebagai anggota mestinya bersikap baik, dan bisa menyelesaikan persoalan dengan baik. Bukan dengan cara-cara kekerasan.

“Kita tidak boleh main-main sikapi masalah ini. Sehingga masyarakat Bima juga bisa percaya dengan keberadaan TNI, tidak boleh terganggu oleh ulah satu atau dua oknum anggota,” ucapnya.

Bambang juga mengakui, Sore hari kemarin dirinya menuju Koramil Bolo. Mengundang camat dan kades untuk silahturahmi. Tujuannya bukan mediasi damai, tapi untuk meyakinkan masyarakat Bolo bahwa pihaknya menyesali kejadian itu dan tetap ambil langkah tegas dan proses hukum.

“Dari komunikasi dengan kades dan camat juga, sudah mempercayakan proses hukum ke kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, pagi hari tadi pihaknya menerima perwakilan para kepala desa, di bawah pimpinan Kepala DPMDes Kabupaten Bima Andi Sirajudin. Kedatangan mereka untuk meminta waktu dab berkomunikasi langsung.

“Para Kades juga sangat berharap masalah ini ditindaklanjuti dengan proses hukum dan ditindak secara tegas,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *