Perahu Wisata Satonda Terbalik, 30 Penumpang Tenggelam, 1 Meninggal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peristiwa naas dialami sekitar 30 wisatawan lokal yang hendak berwisata ke Pulau Satonda, Sabtu (16/6) sekitar pukul 10.00 Wita. Perahu boat yang mereka tumpangi tiba-tiba terbalik dan menenggelamkan semua penumpang. 1 penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam musibah ini.

Perahu terbalik di Pulau Satonda. Foto: Fanny Ferlina (Facebook)

Berdasarkan laporan yang disampaikan Kapolsek Tambora IPTU Sukarmin, kecelakaan laut itu terjadi di Perairan So Nae Desa Kawinda Nae Kecamatan Tambora. Perahu pengakut sekitar 30 orang penumpang yang hendak berwisata ke Pulau Satonda tersebut tiba-tiba terbalik dan mengakibatkan semua penumpang tenggelam.

Perahu tersebut kata Kapolsek, milik Bapak Nain asal Dari Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penyebab terbaliknya diduga akibat kelebihan muatan dan hantaman gelombang di tengah laut antara Pulau Satonda dan Pantai So Nae Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.

“Para penumpang sempat menyelamatkan diri dengan bantuan boks ikan dari gabus yang ada dalam kapal tersebut,” ungkapnya.

Sekitar 10 menit kemudian, para korban evakuasi kapal penumpang lainnya yang menyusul dari belakang sehingga para korban dapat diselamatkan. Namun, dalam peristiwa tersebut terdapat 6 orang korban yang harus dilarikan ke Puskesmas Calabai untuk mendapatkan perawatan medis.

Warga yang dikabarkan meninggal akibat perahu terbalik di Satonda. Foto: Fanny Ferlina (Facebook)

“1 orang diantaranya atas nama Kamsiah (36) asal Dusun So Nae Desa Kawinda Kecamatan Tambora meninggal dunia,” jelas Kapolsek.

Adapun nama korban lainnya yang saat ini dirawat semuanya berasal satu desa yakni Desa Kawinda Kecamatan Tambora. Yakni Suharni (24) dengan kondisi lemas. Adi Mulyadin (30) dengan kondisi lemas dan sesak napas. Dimas Alhafidz (3) dengan kondisi lemas dan Hani (30) dengan luka robek pada telapak kaki kanan.

“Kejadian tesebut berawal dari kelebihan muatan oleh kapal dan besarnya gelombang yang menghantam kapal tersebut,” ungkapnya.

Ia memastikan, tidak ada korban yang meninggal di TKP, melainkan meninggal saat sudah berada di Puskeamas Calabai akibat banyak meminum air laut.  “Tidak menutup kemungkinan masih ada korban yang belum terselamatkan mengingat evakuasi dilakukan masih kurangnya armada yang melakukan pencarian,” terangnya.

Terkait musibah ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolsek Pekat untuk mendata dan mengidentifikasi para korban. Kemudian berkoordinasi dengan Satpol Airud.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *