Ketua Ok Man Bantah Kerahkan Massa Dari Kabupaten Saat Kampanye Akbar Manufer

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Ok Man, Husain La Odet menyampaikan bantahan soal massa “import” kiriman dari wilayah Kabupaten Bima, yang diturunkan untuk mengikuti kampanye akbar pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima H A Rahman H Abidin – Hj Fera Amalia (Manufer di Lapangan Serasuba, Rabu kemarin. (Baca. Massa “Import” Meriahkan Kampanye Paslon Manufer)

Ketua Ok Man, Husain Laodet. Foto: Istimewa

“Pasangan calon telah menginstruksi langsung untuk tidak boleh mengerahkan massa tanpa atribut Manufer. Sebab, kami telah menyebar sebanyak 30 ribu kaos kampanye,” tegasnya.

Odet, begitu sapaan akrabnya, membantah keras soal pengerahan massa dari Kabupaten Bima. Sebab massa Manufer yang ikut kampanye bukanlah massa spontan. Karena sebelumnya tim sudah melakukan mobilisasi dan pendataan.

“Semua kendaraan yang ikut kampanye terdaftar baik nama dan nomor plat kendaraan. Jika ada pihak yang mengatakan itu massa dari Kabupaten Bima, itu sangat keliru,” ujarnya.

Ia mengakui, massa Manufer sejak pukul 10.30 Wita telah melakukan konvoi dihampir seluruh ruas jalan di Kota Bima, yang berangkat dari segala penjuru kota. Tim relawan OK MAN sendiri konvoi dari Bima, Raba, kemudian lewat jalur selatan ke barat, dan bertemu dengan massa yang dari Kelurahan Niu, Wadu Mbolo.

Dirinya pun mempertanyakan apakah setiap kendaraan dari arah kabupaten ke kota saat itu disinyalir sebagai massa “import”?. Agar tidak menjadi isu yang tidak jelas, maka saksi yang melihatnya tolong sertakan nomor plat kendaraan, agar pihaknya bisa mengecek kebenarannya.

“Kami tegaskan bahwa massa kampanye Manufer memakai kostum Manufer. Kalau pernyataan pihak pihak yang mengedarkan isu itu, tolong bukti otentik biar fair. Karena kami anti hoax,” tuturnya.

Ditanyakan soal sejumlah foto mobil pick up yang mengangkut sejumlah warga, mengenakan baju Manufer, melintas di sekitar wilayah Niu dan masuk ke wilayah Kota Bima? Odet menambahkan, wajar itu massa dari Ni’u. Kalaupun ada satu atau dua pick up tidak disebut massa.

“Masa dua mobil kecil yang isinya tidak sampai 10 orang itu disebut pengerahan massa, tentu kami tidak sepakat,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sandipanji

    Kok harus di ributkan shhh masalah seperti ini… intix tgl 27 baru tau siapa yg menang… kita hanya berharap klo pilkada berjalan lancar dan aman….oke

  2. Arif

    ia sih, kampanye mau orang luar planet juga yg datang kan gak masalah, yg penting lancara, tertib, aman. yg lebih penting saat nyoblos cuma org kota aja yg nyoblos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *