Panwaslu Sesalkan PGRI Bima Giring Anggoatnya Berpolitik Praktis

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bawaslu Kabupaten Bima menyesalkan adanya pernyataan Sekretaris PGRI Kabupaten Bima Cahirunnas, yang menggiring anggota PGRI untuk terlibat politik praktis atau mendukung secara terbuka terhadap calon legislatif tertentu. Pernyataan tersebut disampaikannya saat acara pengukuhan Asosiasi Guru dan Tenaga Kepagawaian Honorer.

Ilustrasi

Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Kabupaten Bima  Abdurrahman mengatakan, sangat tidak patut dan tidak beretika ketika seorang pejabat ASN secara terbuka berbicara tentang dukungan politik. Sikap ini sama halnya mengintimidasi, kemudian menggiring para guru untuk mendukung secara terbuka terhadap calon legislatif.

“Semestinya mereka membimbing para guru, agar fokus mengurus pendidikan di Bima,” sesalnya, Jumat (22/6).

Menurut dia, PGRI adalah wadah untuk memperjuangakan nasib para guru, bukan menggiring wadah ini sebagai instrumen untuk berpolitik praktis yang dapat berdampak buruk terhadap nasib para guru.

Oleh karena demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh pejabat maupun ASN agar tidak berpoliti praktis. Apalagi secara terbuka memberikan dukungan terhadap salah satu bakal calon pada proses Pemilu Tahun 2019.

Terhadap pernyataan Sekretaris PGRI Kabupaten Bima tersebut, Panwaslu Kabupaten Bima juga akan melakukan  klarifikasi. Menanyakan apa motivasi yang bersangkutan menyampaikan dukungan politik secara terbuka dihadapan anggota PGRI dan publik.

“Kami juga akan segera melakukan koordinasi dengan kepala daerah terkait hal tersebut,” tegas Rahman.

Sementara itu, Sekertaris PGRI Kabupaten Bima Chaerunnas mengatakan, PGRI bukan saja sebagai organisasi profesi dan organisasi ketenagakerjaan, tetapi juga organisasi perjuangan. Sehingga mendukung  kader PGRI merupakan suatu keniscayaan. Disamping itu merupakan garis perjuangan organisasi.

“Kader PGRI sebagai garda terdepan untuk mendukung perjuangan ini,” katanya.

Terhadap langkah yang akan dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten Bima, dirinya pun sebagai Pengurus PGRI siap untuk dipanggil.

“Saya kira tidak ada aturan yang saya langgar,” ucapnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *