Harga Garam Melemah, Petani Berharap Peran Pemerintah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Harga Pokok Penjualan (HPP) garam mengalami penurunan signifikan. Itu disebabkan meningkatnya hasil produksi garam ditiap daerah. Para petani pun berharap agar pemerintah mengambil peran.

Garam di Desa Sanolo. Foto: Yadien

Salah seorang petani garam Desa Sanolo Kecamatan Bolo Mahfud Hasan mengatakan, selain karena meningkatnya hasil produksi garam yang ada diseluruh daerah di Indonesia, menurunnya harga garam juga dipengaruhi karena masih banyaknya stok garam impor di Surabaya.

“Stok garam di Surabaya juga mempengaruhi harga,” ujarnya, Kamis (28/6).

Kata Mahfud, pasca meningkatnya hasil produksi harga garam sebesar Rp 1.650 per kilo. Harga tersebut dihitung setelah garam sampai di perusahaan. Padahal tahun sebelumnya, pada musim seperti ini harga garam stabil yakni Rp 2450 per kilo.

Harga garam per sak hari ini hanya Rp 60.000. Harga tersebut belum terhitung jasa buruh, sedangkan harga pelemparan Rp 67.500 per sak.

“Harga ini dipastikan akan turun, karena puncak produksi garam yakni pada bulan Agustus hingga September nanti,” urainya.

Ditanya soal kualitas garam hasil produksi petani di Kabupaten Bima, Mahfud mengaku pada umumnya garam produksi petani garam Kabupaten Bima masuk kategori baik untuk dikonsumsi Karen ketiga garam dimasukan dalam cairan langsung larut.

“Garamnya cepat sekali larut. Selain itu juga putih bersih dan tidak berbau,” akunya.

Ia menambahkan, petani garam Kabupaten Bima sudah berusaha untuk menghasilkan produk garam yang berkualitas dengan mengikuti perkembangan pola produksi garam terbaru seperti menggunakan geomembran dan terpal. Meski Kadang cuaca kurang bagus, namun hasilnya tetap optimal.

“Kami berharap pemerintah memasukan garam sebagai bagian sembilan bahan pokok yang dapat alokasi dana subsidi,” pintanya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *