Bupati Instruksikan Dinas Perkim dan PDAM Tangani Krisis Air di Wera

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menginstruksikan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan PDAM untuk segera menangani persoalan krisis air bersih di Desa Wora Kecamatan Wera.

Pemuda dan Mahasiwa Desa Wora saat audiensi dengan Bupati Bima, Senin siang. Foto: Ady

Instruksi langsung ini disampaikan Bupati Bima kepada 2 OPD teknis merespon aspirasi sejumlah Pemuda dan Mahasiswa Desa Wora saat beraudiensi di Kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (2/7) siang.

“Saya minta Dinas Perkim berkoordinasi dengan PDAM untuk turun mengecek langsung kondisi air bersih di Desa Wora dan segera menanganinya,” kata Bupati.

Diakuinya, persoalan krisis air bersih bukan hanya terjadi di Desa Wora. Berdasarkan pemetaan BPBD terdapat beberapa desa di Kabupaten Bima yang masuk zona rawan kekeringan.

“Pemerintah daerah akan mendrop air bersih untuk langkah penanggulangan sementara. Kemudian saya juga minta Dinas Perkim bagaimana proyek pipa air 2016 di Wera itu,” ujarnya.

Bupati Bima menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa dan pemuda telah mengingatkan pemerintah daerah terkait beberapa persoalan penting yang dibutuhkan masyarakat.

“Berikan kesempatan kepada dinas teknis kami untuk turun melihat dan merumuskan langkah-langkah apa yang diperlukan,” kata Bupati didampingi Wakil Bupati Bima, Sekda dan OPD teknis.

Selain persoalan air bersih, Mahasiswa dan Pemuda Wora juga meminta Pemerintah Kabupaten Bima menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, lapangan sepakbola maupun Kantor Camat Wera yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang akselerasi pelayanan.

Bupati Bima saat itu berjanji tahun depan akan segera membangun Kantor Camat Wera. Sementara terkait infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten akan diupayakan pembangunannya secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Untuk penyediaan lapangan bola lanjutnya, sampai sekarang pemerintah daerah belum menerima surat permohonan sehingga tidak mungkin bisa diproses tanpa dasar. Tadi pagi, Bupati menanyakan langsung ke Bagian Tatapem ternyata belum.

“Jangan sampai itu jadi sumber yang menguras energi kita. Saya Kepala Desa segera mengajukan suratnya,” pinta Bupati.

Selain merespon tuntutan, dalam audensi itu Bupati mengingatkan kepada mahasiswa dan pemuda agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan elegan. Mengingat sebentar lagi memasuki pelaksanaan Pilkades, jangan sampai ditunggangi kepentingan tertentu.

“Buat saya bertemu dengan adik-adik dimanapun tidak masalah. Tpi saya ingatkan sebagai generasi intelektual jangan mau ditunggangi,” pesannya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *