Warga Diminta Tidak Bakar Semak di Gunung Saat Musim Kemarau

Kota Bima, Kahaba.- Memasuki musim kemarau, pemilik kebun di gunung kerap membakar semak – semak dan sampah kebun. Prilaku tersebut tentu akan merusak tanaman sekitar dan mengancam punahnya flora dan fauna.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bima Abdul Haris. Foto: Deno

“Kami berharap agar para warga pemilik kebun di gunung untuk tidak membakar gunung saat musim kemarau, karena dapat tercemarnya udara,” harap ujar Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima Abdul Haris, Senin (2/7).

Kata Haris, selain merusak makhluk hidup dan pencemaran udara, membakar gunung atau hutan juga merusak mata air dan ekosistim lain. Terutama bagi warga yang memiliki tanaman di gunung dan dekat dengan pemukiman warga. Karena akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Menghirup udara yang rusak akibat asap kebakaran dapat menyebabkan sakit asma, batuk, ISPA dan berbagai macam penyakit lain,” sebutnya.

Haris juga mengimbau agar di musim kemarau, masyarakat tidak sembarangan membuang sisa puntung rokok di hutan, kebun, gunung atau di tempat lain yang mudah menyebabkan terjadinya kebakaran.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *