Aspirasi Warga Penanae-Kendo, Minta Dibangun SMP dan SMA

Kota Bima, Kahaba.- Agenda reses masa sidang II Anggota DPRD Kota Bima Dapil 3 diawali di Lingkungan Nggaro Lo Kelurahan Penanae, Jum’at (13/7) sore.

Reses Anggota DPRD Kota Bima di Nggaro Lo Kelurahan Penanae. Foto: Ady

Ketua DPRD Kota Bima Samsurih bersama 8 anggota dewan lainnya hadir mendengarkan langsung aspirasi warga Penanae dan Kendo. Penyerapan aspirasi dipandu H Armansyah Duta PKS.

Dari sejumlah aspirasi warga dua kelurahan, aspek pendidikan menjadi catatan menarik yang menjadi prioritas. Aspirasi itu disampaikan Ketua RW 05 Salahuddin.

Ia meminta Anggota Dewan Dapil 3 memperjuangkan berdirinya SMP dan SMA di Penanae atau Kendo. Sebab selama ini, pelajar dari 2 kelurahan sangat kesulitan transportasi menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh.

“Mohon diperjuangkan untuk kepentingan pendidikan generasi kita. Karena selama ini kami harus berpikir transportasi setiap hari untuk anak-anak. Saya kira lahan kami masih luas untuk bangun sekolah,” ujarnya.

Diharapkannya, aspirasi itu dapat diprioritaskan DPRD karena hampir semua warga 2 kelurahannya mengingikan hal yang sama. “Secara khusus kami berharap Pak Doktor Irfan (Anggota Dewan) yang paham hal ini mohon dibantu,” harapnya.

Menanggapi aspirasi ini, Anggota DPRD Kota Bima M Irfan mengatakan, aspirasi untuk membangun SMP dan SMA di 2 kelurahan tersebut sangat mendasar. Hal ini selaras dengan hasil kajian Komisi I perlunya tambahan SMP di Kecamatan Raba.

“Sesungguhnya apa yang diharapkan bisa diperjuangkan. Tetapi hanya SMP yang bisa kita dorong karena kewenangan SMA sudah diambil alih provinsi. Kita hanya bisa nengusulkan untuk SMA,” jelasnya.

Namun Ia memberikan catatan untuk belajar dari warga Kumbe dan Lampe. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Dikbud telah membantu mendirikan SMA untuk memudahkan pelajar wilayah timur Kota Bima.

“Tapi sayangnya tak satupun yang mau daftar di SMA yang dibuka di wilayah timur itu. Mudah-mudahan disini tidak terjadi nanti,” harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *