Temuan di Bappeda, Wahab: Saya Terima Honor Sekali, SPJ Nama Saya Banyak Sekali

Kota Bima, Kahaba.- Muncul pengakuan baru dari pejabat Kota Bima, yang semakin menguak adanya temuan kerugian negara di Bappeda sebanyak Rp 1 Miliar lebih. Pengakuan tersebut disampaikan seputar dugaan tanda tangan SPJ honor fiktif. (Baca. Di Bappeda, Belanja Rp 6 Miliar Lebih Jadi Temuan, Begini Tanggapan BPK)

Kabag Hukum Setda Kota Bima A Wahab. Foto: Eric

Kabag Hukum Setda Kota Bima A Wahab mengaku, dirinya pernah diminta klarifikasi oleh BPK RI sekitar bulan Maret 2018, bersama bawahannya. Saat itu, ia ditanya sejumlah SPJ honor kegiatan di tahun 2017. Diantaranya pembayaran honor kegiatan pada Bapeda Kota Bima. (Baca. Temuan Rp 6 Miliar di Bappeda, Dewan Duga Ada Pemalsuan Tandatangan Pejabat Tinggi)

“Dari puluhan SPJ yang disodorkan, saya hanya mengetahui sekali saja menandatangani SPJ kegiatan di Bappeda,” ungkap Wahab, ditemui diruangannya Jumat (13/7). (Baca. Akui Temuan BPK Sebesar Rp 6 Miliar, Begini Penjelasan Kepala Bappeda)

Sedangkan puluhan SPJ lain kata dia, ia tak mengakuinya. Karena merasa tak pernah tahu apalagi menandatangani SPJ honor kegiatan dimaksud.

Apalagi, dirinya merasa heran dengan adanya perbedaan tandatangan dalam SPJ dan tandatangannya yang asli

“Saya hanya sekali  terima honor kegiatan di Bappeda, SPJ nama saya kok banyak sekali ” ucapnya.

Untuk sekali honor kegiatan tersebut sambungnya, berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta lebih.  Namun yang pernah dirinya hanya sekali, senilai Rp 1 juta.  Selebihnya tak pernah menerima honor kegiatan lain di Bappeda.

“Jadi saat ditanyakan oleh BPK, sudah disampaikan apa adanya,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Syahwan

    Pada cuci tng semua pejabat kota bima…seperti anak kecil.. coba tim mereka menang mana ada yg mau buka mulut…. pada maling ke tauan semua takut

  2. Fino

    Itu resiko maling berkelompok….. klo ada yg di tangkap tidak ada 1 pun yg mau terlibat dalam kelompok itu…. buat saya, bendahara teriak aja mana aja yg ambil uang di bappeda selesai.. jadi biar masyarakat tau siapa aja malingx… ketika rezim itu mulai bubad atau musnah… pasti kelompok maling2 akan cuci tng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *