Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Banyak Merugi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasca panen raya bawang merah, para petani hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bima, mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah bahkan ratusan juta rupiah.

Warga Desa Sai saat memanen bawang merah. Foto: Istimewa

Petani bawang merah di Desa Sai Kecamatan Soromandi misalnya, banyak yang mengeluh rugi akibat harga bawang dibawa standar.

“Harga bawang yang besar saja saat ini hanya berkisar Rp. 800.000 per 100 Kilogram,” sebut Gito, Jum’at (13/7) malam.

Harga bawang saat ini lanjut Gito, kalau dihitung dari pengeluaran petani untuk membeli inseksida atau racun kontak pembasmi hama ulat, Bahan Bakar Minyak (BBM), pupuk serta gaji buruh tani, sangat tidak sepadan.

“Kami tidak tahu apa kendala dan alasannya, yang jelas dari pemerintah sehingga harga bawang 2 tahun belakangan ini anjlok,” ujarnya.

Akibat harga bawang yang anjlok kata dia, khusunya di Desa Sai banyak petani yang tidak lagi menanam bawang karena merugi pada musim tanam pertama.

“Kami berharap, pemerintah daerah bisa menyampaikan keluhan kami sebagai petani bawang ini ke pemerintah pusat,” harapnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *