Lepas 219 Mahasiswa KKN, Ketua STIE Bima: Jadilah Agen Perubahan di Era Revolusi Industri

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 219 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIE) Bima resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh ketua panitia KKN angkatan ke-XVI Mistar, di halaman kampus setempat, Sabtu (14/7).

Ketua STIE Bima Firdaus saat melepas mahasiswa KKN. Foto: Eric

Ketua panitia KKN STIE Bima Mistar dalam laporannya menyampaikan, sebelum dilepas pihaknya terlebih dahulu telah menyelenggarakan program pembekalan dan pembimbingan selama 3 hari.

“Mahasiswa KKN ini akan melaksanakan program kegiatan pengabdian di masyarakat di 3 Kabupaten Kota, yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu,” sebutnya.

Kata Mistar, ada 7 lokasi KKN yang sudah ditentukan. Diantaranya di Kota Bima, ada di Kelurahan Kolo dan Ule, lalu di Kabupaten Bima ada Desa Punti Kecamatan Soromandi dan Dusun Kawae Kecamatan Wawo serta Kempo Kabupaten Dompu.

“Pemilihan lokasi KKN tersebut karena memiliki potensi usaha yang bagus, mulai dari bidang perikanan, perkebunan hingga potensi pengembangan wisata. Kami yakin dengan hadirnya mahasiswa, akan membawa dampak perubahan yang lebih baik untuk masyarakat,” tandasnya.

Guna menunjang kegaiatan selama berada di lokasi KKN, pihaknya meminta kepada seluruh mahasiswa untuk tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan 2 dosen pembimbing yang telah ditempatkan. Karena nanti, 2 dosen tersebut akan memfasilitasi dan membantu rombongan KKN, untuk melihat potensi yang dimiliki daerah. Lalu menyusun kegiatan dan melaksanakan program yang telah dirancang.

Foto bersama saat pelepasan mahasiswa KKN STIE Bima. Foto: Eric

Sementara itu Ketua STIE Bima Firdaus menyampaikan, kepada seluruh mahasiswa agar mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan masyarakat selama pelaksanaan kegiatan KKN. Sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, aman dan sukses.

“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan sumbangsih ide, pemikiran serta gagasan yang penuh kreatifitas dan inovatis. Sehingga selama melaksanakan program KKN menimbulkan, lahir kesan positif dari masyarakat,” inginnya.

Firdaus menjelaskan, pelaksanaan KKN tahun ini mengangkat tema “Mengembangkan Potensi Daerah, di Era Revolusi Industri 4.0 Melalui Pengembangan Ekonomi Berbasis Kreatif”. Artinya, kampus menginginkan selama berada di lokasi KKN, mahasiswa mampu melihat setiap potensi yang dimiliki daerah untuk dijadikan pengembangan usaha, berdasarkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

“Mahasiswa harus siap menghadapi tantangan besar yang terjadi era Revolusi Industri 4.0. Akan ada perubahan pola baru, yang membawa dampak signifikan,” katanya.

Menurut Firdaus, tantangan ini harus dihadapi. Satu faktor yang penting adalah ketrampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan. Karena revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri.

“Tidak bisa dipungkiri lagi, seiring perkembangan teknologi dan informasi di era internet saat ini. Semua kebutuhan masyarakat dapat diakses dan diperoleh dengan mudah dan cepat. Di dunia industri, perubahan pun akan terjadi. Perubahan ini ditandai  berubahnya iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif, karena adanya perkembangan teknologi informasi,” jelasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *