Ironis, Punya Air Melimpah, Warga Nungga Justru Kesulitan Air

Kota Bima, Kahaba.- Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae Timur selama ini dikenal sebagai kelurahan yang memiliki sumber mata air melimpah. Bahkan, PDAM Kabupaten Bima menggantungkan suplai air dari Nungga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga konsumen.

Reses DPRD Kota Bima di Nungga. Foto: Ady

Namun sungguh ironis, saat reses masa sidang II Anggota DPRD Kota Bima Dapil 3, Sabtu (14/7) pagi sejumlah warga Nungga mengungkapkan keluhan kesulitan air bersih untuk keperluan minum dan memasak.

“Kami di RW 02 hampir setiap tahun merasakan kesulitan air. Begitu juga di Kumpang Kuta dan Toloweri. Mohon bapak-bapak dewan memperjuangkan kebutuhan mendesak kami ini,” kata Halimah menyampaikan aspirasi.

Keluhan yang sama juga disampaikan Usman dan warga lainnya. Meski banyak orang mengetahui bahwa Nungga memiliki sumber air melimpah, tetapi kenyataannya masih banyak warga kesulitan air untuk keperluan minum dan memasak.

Mendengar warga Nungga yang mengeluhkan kekurangan air, Anggota DPRD Kota Bima H Armansyah merasa iba dan tak habis pikir bagaimana warga yang hidup di sumber mata air justru kesulitan air.

“Sungguh ironis, tidak mungkin warga Nungga kesulitan air. Karena kalau Nungga kesulitan air kita di bawah lebih-lebih akan kesulitan lagi. Saya pikir persoalannya belum diperhatikan saja oleh pemerintah,” kata Duta PKS ini.

Namun Anggota Dewan lainnya Taufikurrahman menyampaikan kabar melegakkan bagi warga Nungga. Pada tahun ini Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PUPR telah menganggarkan Rp 1 miliar untuk program jaringan perpipaan SPAM di Nungga.

“Anggaran SPAM tahun ini Rp1 Miliar utk Nungga. Ada pemasangan instalasi gratis juga untuk 100 rumah tangga di Nungga. Program ini juga masuk di Lelamase dan Dodu. Saat ini sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *