Diduga Langgar Permendikbud 2018, Dinas Dikbud Bakal Panggil Kepala SMPN 2 

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima menduga ada pelanggaran yang dilakukan pihak SMPN 2 Kota Bima, karena menerima jumlah siswa melebihi kuota dan juga menyelenggarakan double shift (kelas pagi dan siang).

Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kota Bima, Abdul Azis. Foto: Bin

“Hasil penelusuran ini berdasarkan informasi yang dihimpun, sekolah tersebut telah melanggar Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru,” ujar Kabid Dikdas Dinas Dikbud Abdul Azis, kemarin.

Azis menuturkan, dengan adanya dugaan pelanggaran tersebut, pekan depan akan memanggil kepala sekolah setempat. Untuk dimintai keterangan dan mengklarifikasi permasalahan tersebut.

“Bisa jadi akibat penambahan kuota di SMPN 2 dan dibukanya terlebih dahulu penerimaan peserta didik baru di jajaran kemenag tingkat MTsN, siswa akhirnya tidak ada yang mendaftar di SMPN 13,” duganya.

Untuk itu, semoga dengan adanya upaya klarifikasi dengan kepala SMPN 2 Kota Bima dapat menemukan jalan keluar untuk SMPN 13 Kota Bima.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Kota Bima M Yusuf yang dimintai tanggapan mengaku siap menerima panggilan dari Dinas Dikbud, dan memberikan keterangan.

“Saya siap memberikan keterangan, yang jelas sistem perekrutan yang kami lakukan telah melalui prosedur dan aturan pemerintah,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *