Warga Santi dan Matakando Minta Pembebasan Tanah Pemkab Bima dan Dana Stimulan Kube

Kota Bima, Kahaba.- 11 anggota DPRD Kota Bima Dapil II menggelar reses masa sidang ke-II untuk Kelurahan Santi dan Matakando Senin (16/7). Kegiatan yang berlokasi di Kelurahan Santi tersebut guna menyerap aspirasi rakyat untuk diperjuangan.

Anggota DPRD Kota Bima saat reses di Kelurahan Santi. Foto: Eric

“Kepada masyarakat yang hadir, diminta untuk menyampaikan aspirasi yang bersifat penting untuk kemaslahatan ummat,” ujar Anggota DPRD Kota Bima Taufik HA Karim yang bertindak sebagai moderator.

Warga Kelurahan Santi Zubair pada kesempatan itu menyampaikan aspirasi agar aset tanah seluas 40 are yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bima untuk dibebaskan. Anggota dewan diharapkan bisa melobi agar bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Tanah ini diperlukan untuk lahan kuburan, karena saat ini kuburan di Santi sudah penuh. Sehingga harus dicarikan lahan baru,” ungkapnya.

Narimah, perwakilan ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pedagang bakulan menginginkan agar setiap tahun ada penganggaran dana stimulan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebab, banyak warga khususnya ibu rumah tangga memiliki usaha bakulan, baik itu pedagang krupuk, tusuk gigi, kue dan barang dagangan lain membutuhkan suntikan tambahan modal, agar bisa membantu meningkatkan kesehjahteraan masyarakat ekonomi menengah.

“Saat ini banyak ibu yang berprofesi usaha bakulan dan usaha kecil lainnya, menggantungkan dana dari tengkulak. Bisa dibilang keuntungan sangat kecil, justeru banyak dibayarkan kepada tengkulak. Dengan adanya dana bakulan tersebut dapat menghapus dari jeratan tengkulak,” tegasnya.

Menjawab aspirasi masyarakat tersebut, wakil ketua DPRD Kota Bima Sudirman Dj menyampaikan akan mengupayakan aspirasi tersebut dapat terwujud. Namun membutuhkan proses dan prosedur, karena terlebih dahulu akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bima.

“Aspirasi meminta tanah baru untuk kuburan juga disampaikan warga kelurahan lain. Untuk itu akan kami perjuangkan,” janji duta Gerindra tersebut.

Soal dana stimulan untuk bakulan, wakil Ketua DPRD duta Golkar Alfian Indra Wirawan menjawab siap membantu. Apalagi di tahun 2018 ini Walikota dan Wakil Walikota Bima memiliki program untuk meningkatkan perekonimian rakyat.

Selain 2 aspirasi warga tersebut, ada beberapa permintaan warga yang menjadi catatan anggota dewan. Diantaranya permintaan lampu penerangan jalan di Kelurahan Santi yang masih kurang, sehingga banyak terjadi kecelakaan. Kemudian perhatian terhadap atlet berprestasi untuk diberikan, berupa bantuan kesehjahteraan ekonomi karena membawa nama Kota Bima.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *