Warga Tambana Ingin Dewan Perjuangkan Aspal Jalan dan Drainase

Kota Bima, Kahaba.- Warga Lingkungan Tambana Kelurahan Jatiwangi menyampaikan sejumlah aspirasi saat reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota, Selasa (17/7). Kegiatan rutin yang digelar 3 kali dalam setahun itu dihadiri oleh 4 orang wakil rakyat, masing – masing M Nor, Hj Anggriani, Jaidin dan H Sidra.

Reses Anggota DPRD Kota Bima di Lingkungan Tambana. Foto: Bin

Suhardin, tokoh masyarakat setempat saat menyampaikan aspirasi meminta kepada wakil rakyat untuk memperjuangkan drainase. Sebab, kondisi drainase sekarang  sempit dan mereka terus dihantui was – was karena banjir.

“Sungai di atas gunung itu besar. Sementara drainase di bawahnya sempit. Jadi, jika hujan turun air tetap meluap di pemukiman warga,” ungkapnya.

Ia mengakui, jika hujan biasa saja turun. Maka lingkungannya pasti terendam banjir. Apalagi turun hujan dalam tempo lama dan deras. Maka pemukiman warga di Tambana jadi sasaran amukan bencana tersebut.

“Makanya pak dewan, kita minta drainase yang sekarang diperbaiki dan dibuat lebar. Biar air tidak meluap,” inginnya.

Selain drainase, mewakili masyarakat setempat dirinya menginginkan agar sejumlah gang di Tambana juga diaspal. Karena warga setempat juga ingin menikmati jalan mulus seperti kelurahan lain.

Warga lain, M Said berharap kepada anggota dewan untuk memperjuangkan pembebasan lahan untuk dijadikan kuburan. Sebab, saat ini kondisi kuburan sudah semakin sempit. Bila perlu, lahan milik Pemkab Bima bisa dibayar, agar bisa dijadikan kuburn umum untuk Kelurahan Jatibaru.

“Kami tidak bisa bayangkan pak dewan, jika beberapa tahun kedepan kami tidak punya kuburan lagi,” katanya.

Selain aspirasi itu, warga setempat juga menyampaikan harapan lain. Seperti bantuan untuk pengusaha bakulan, pagar kuburan, bantuan untuk musholla dan bantuan untuk generasi muda.

Menjawab aspirasi itu, M Nor menjelaskan bahwa aspirasi pelebaran drainase sudah pernah disampaikan oleh warga pada reses sebelumnya. Namun kendalanya, saat ingin dikerjakan oleh pemerintah, sebagian warga enggan untuk menyerahkan lahannya untuk pelebaran drainase.

“Ini yang susah. Bukannya pemerintah tidak ingin melebarkan drainase itu, tapi warga yang susah diajak bicara. Untuk itu, pekerjaan itu bisa dilaksanakan apabila semua warga sepakat untuk memberikan lahan untuk pelebaran,” katanya.

Soal lahan kuburan, duta PAN itu mengakui hampir aspirasi itu disampaikan warga di kelurahan lain. Pihaknya pun berjanji untuk bisa merealisasikan, dengan intens bersuara dan mendorong pemerintah eksekutif untuk bisa menganggarkan keinginan masyarakat tersebut.

“Untuk aspirasi lain, kami di dewan juga tetap akan memperjuangkannya sesuai kebutuhan yang bersifat mendesak,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *