RSUD Bima Rawat Dua Bayi Gizi Buruk

Kota Bima, Kahaba.- Malang nian nasib dua bayi di RSUD Bima. Salah satunya, Ririn Anggriani, 12 bulan, kini harus dirawat secara intensif di RSUD Bima. Anak dari Nurhayati (28) dan Hasanudin (30) sudah lima hari terbaring lesu karena menderita Gizi buruk.

Ririn Angriani (12 bulan), penderita gizi buruk yang sedang dirawat di RSUD Bima. Foto: Bin Kalman

Bayi asal Desa Naru, Kecamatan Woha, berasal dari orang tua yang tak mampu. Ia makan dua kali sehari dengan menu yang disediakan pihak RSUD. Ibundanya, Nurhayati, mengaku dapat bantuan dari Dinas Kesehatan hanya uang Rp 100 ribu saja.

Didatangi Kahaba di RSUD Bima, Hasanudin, Ayah Ririn menjelaskan, awalnya Ririn mengalami batuk hingga mengeluarkan darah di hidung. Saat mengalami sesak napas, 11 Oktober 2012 lalu, langsung dilarikan ke RSUD Bima.

“Ririn adalah anak ketiga kami. Saat ini berat badannya sudah naik tujuh kilogram yang sebelumnya hanya lima kilogram saja. Kata dokter, Anak Kami mengalami Gizi buruk dan TBC,” ungkap Hasanudin Senin, 15 Oktober 2012 pagi ini, di RSUD Bima.

Samping Ririn, seorang bayi yang menderita busung lapar adalah Jihan (3 bulan). Bayi yang sebelumnya diinapkan di Puskesmas Monta selama dua hari, sejak Minggu (14/10/2012) malam, dilarikan ke RSUD Bima. Anak dari Kalisom dan Ruslan itu berasal dari Desa Sakuru, Kecamatan Monta.

Dari Pengakuan ayahnya, Ruslan, anaknya mengalami mencret sudah lima hari. Setelah dua hari di Puskesmas Monta dan tak ada perkembangan, akhirnya Ruslan dan Istrinya membawa anaknya ke RSUD Bima. “Kami datang sejak tadi malam, karena mencretnya yang tak henti-henti. Saat ini, berat anak kami sekitar tiga kilo dan kata pihak Puskesmas Monta, Jihan mengalami gizi buruk,” ujarnya.

Sri Eniwati, Kepala Ruangan Perawatan Anak, yang dikonfirmasi Kahaba enggan berkomentar. Akhirnya, Kepala Humas RSUD Bima, dr. Sucipto, yang hanya memberikan keterangan singkat. “Dua bayi itu, Gizi Buruk,” kata Cipto. [BK/BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *