Bupati Instruksikan OPD Lestarikan Masjid Bersejarah Kalodu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memanfaatkan kunjungan kerja di Desa Kalodu Kecamatan Langgudu, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri menyempatkan berkunjung ke situs budaya Masjid La Kai Kamina, Rabu (18/7) kemarin.

Bupati dan Wakil Bupati Bima saat meninjau masjid bersejarah Kalodu. Foto: Dok Hum

Masjid bersejarah tersebut dibangun pada tahun 1308 M dan memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perkembangan syiar Islam di Dana Mbojo. Kehadiran Bupati Bima untuk melihat langsung kondisi situs budaya tersebut.

Di hadapan warga, Bupati Bima menginstruksikan kepada OPD teknis seperti Dinas Pariwisata, Dikbudpora dan Bagian Kesra Setda untuk mengintensifkan koordinasi dengan Camat Langgudu dan Kades Kalodu guna memaksimalkan proses penataan dan pelestarian Situs bersejarah tersebut.

“Situs budaya ini harus kita jaga dan lestarikan keberadaanya sehingga generasi muda kita akan dapat mengetahui serta mewarisi keagungan nilai yang ada dibalik sejarah eksistensinya,” kata Bupati Bima.

Bupati juga menekankan optimalisasi peran perangkat pengurus masjid sehingga pemeliharaan masjid bersejarah itu dapat berjalan lebih baik serta penanganan lainnya dapat membuahkan hasil yang maksimal.

“Pada tahun anggaran berikutnya, pemerintah daerah akan memberikan dukungan pendanaan untuk melengkapi pendanaan dan ikhtiar pelestarian yang telah dilakukan pada masa-masa sebelumnya,” sambung Bupati.

Usai meninjau dari dekat keberadaan situs budaya Masjid La Kai Kamina, Bupati Bima bersama rombongan  menggelar dialog terbuka dengan seluruh lapisan masyarakat Desa Kalodu.

Pada kunjungan kerja ini, Bupati Bima turut didampingi Wakil Bupati Bima Dahlan M Noer serta beberapa pejabat eselon 2, 3, dan 4, Jena Teke Kesultanan Bima Muhammad Putra Ferriyandi dan Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Rostiati Dahlan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *