Dapat Rp 1 Miliar Lagi Dari Program Kotaku, BKM Kelurahan Lewirato Mulai Bekerja

Kota Bima, Kahaba.- Tahun 2018 Kelurahan Lewirato kembali mendapat kucuran anggaran dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebesar Rp 1 Miliar. Saat ini saja, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) kelurahan setempat bersama masyarakat sudah mulai bekerja mengukur sejumlah rencana kegiatan drainase dan jalan lingkungan.

BKM Kelurahan Lewirato bersama masyarakat saat mengukur drainase program Kotaku. Foto: Bin

Ketua BKM Kelurahan Lewirato Firman mengatakan, setelah pelaksanaan program Kotaku tahun 2017 berjalan dengan baik. Di tahun berikutnya atau tahun 2018 Kelurahan Lewirato kembali mendapat kucuran anggaran program dimaksud.

“Tahun 2018 yang kedua kali, anggarannya sama seperti tahun lalu yakni sebesar Rp 1 Miliar,” sebutnya, Jumat (20/7).

Firman menjelaskan, bentuk kegiatan pada tahun ini lebih pada penanganan banjir. Seperti kegiatan saluran drainase, rabat jalan lingkungan, instalasi pengelolaan air limbah dan sumur resapan.

“Pekerjaannya hampir menyentuh seluruh lingkungan Kelurahan Lewirato,” katanya.

Beberapa hari kemarin, sambung pria yang menyandang gelar Sarjana Teknik tersebut, pihaknya mulai bekerja dengan melakukan pengukuran. Sementara eksen dilaksanakannya pekerjaan pada awal Agustus tahun 2018.

Ia menambahkan, untuk partisipasi masyarakat sangat baik. Selama pekerjaan pun tidak ada protes dan dinamika yang berlebihan. Dirinya pun memastikan, pelaksanaan program Kotaku di tahun ini, tingkat partisipasi masyarakat akan lebih meningkat.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat di Kelurahan Lewirato Dul Darwis mengaku sangat bersyukur masuknya program Kotaku di kelurahannya. Sebab, telah banyak perubahan hampir disetiap lingkungan.

“Hasilnya luar biasa, dampaknya ada kemajuan. Tidak kumuh lagi dan masyarakat sudah menikmati hasilnya,” ucap Dul.

Hanya saja, dirinya ingin memberi saran kepada pemerintah agar perbaikan penanganan banjir tidak saja dilakukan secara parsial dan di lingkungan kelurahan saja. Tapi dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari hulu ke hilir.

Sebab, akan percuma di kelurahan drainasenya diperbaiki. Sementara wilayah sungai, dari atas hingga muaranya di laut tidak maksimal diperhatikan dan diperbaiki.

“Ini hanya saran saja, semoga saja pemerintah bisa mendengarnya,” tandas Dul.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *