Antisipasi Hilangnya Akar Budaya, BPNBB Gelar Dialog Budaya Daerah NTB

Kota Bima, Kahaba.- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali (BPNBB)  meliputi wilayah kerja Bali-Nusra, menggelar kegiatan prospektus Dialog Budaya Daerah NTB, Jum’at (28/7), di Aula SMAN 1 Kota Bima. Kegiatan itu mengambil tema “Apresiasi Kecintaan Generasi Muda, Terhadap Pelestarian Budaya Tradisional NTB”

Dialog Budaya Daerah NTB. Foto: Eric

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dikbud Kota Bima,  H Alwi Yasin dan kabid Kebudayaan Taufik selaku moderator. Dari budayawan diwakili Syahruna. Hadir pula sejumlah budayawan serta peserta dari perwakilan siswa dan siswi ada di Kota Bima, termasuk OPD terkait.

Kepala BPNBB  I Gede Wase Wardana mengatakan, Indonesia terdiri dari banyak suku. Dari masing – masing suku juga terdapat beragam budaya. Khasanah itu ada yang masih diwariskan turun temurun, juga ada yang tergerus zaman.

“Di era modernisasi dan globalisasi saat ini, nilai budaya mulai dari seni budaya tradisional cenderung  berada di ambang transisi. Antara masih dipertahankan, dan ditinggalkan,” ujarnya.

Untuk itulah, melalui kegiatan dialog budaya ini, semua pihak bisa mengambil peran untuk bersama menjaga budaya sebagai pemersatu bangsa. Mempertahankannya dan diwarisi pada generasi selanjutnya.

Untuk mengantisipasi hilangnya akar budaya bangsa ini kata dia, maka perlu adanya upaya meningkatkan pengetahuan,  pemahamam serta apresiasi masyarakat. Utamanya generasi  muda terhadap keragaman seni dan budaya dimiliki bangsa Indonesia. Termasuk seni dan budaya yang ada di Kota Bima sekarang.

“Dengan upaya tersebut diharapkan dapat menambah kecintaan dan tumbuhnya apresiasi  dari kalangan generasi muda, untuk tetap melestarikan keragaman budaya dimiliki,” paparnya.

Sementara kepala Dikbud Kota Bima H Alwi Yasin sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar BPNBB. Kegiatan ini tentu akan membuka pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal.

“Kegiatan seperti ini dirasa memang perlu dan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Menurut Alwi, budaya itu satu kesatuan keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian moral hukum adat dan istiadat.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *