Mutmainah Terpilih Secara Aklamasi, Musda KNPI Kota Bima Ricuh

Kota Bima, Kahaba.- Proses penyelenggaraan Musawarah Daerah (Musda) KNPI Kota Bima di Hotel Parewa, Kamis (2/7) ricuh. Kendati Mutmainah terpilih secara aklamasi, hanya saja ada sedikit insiden saat proses tersebut.

Suasana kekisruhan di arena Musda KNPI Kota Bima. Foto: Ist

Salah satu anggota MPI Kota Bima Solihin menyampaikan, saat pemilihan ketua baru KNPI, proses penentuan para calon dan ketentuan memenuhi syarat. Hanya Mutmainah yang menyerahkan berkas persyaratan pencalonan.

Kemudian saat para pimpinan sidang memilih Mutmainah secara aklamasi, sebagian unsur pemuda langsung memberikan keberatan. Sebab Musda tersebut dianggap gagal secara hukum.

“Sebagian pemuda dalam forum tersebut menganggap Musda tersebut cacat hukum, karena pengurus lama dianggap tidak jelas dalam memberikan LPJ,” ujarnya.

Saat Musda selesai, insiden ketidakpuasan sebagian orang terjadi. Bahkan beberapa orang terlihat aksi saling kejar di depan hotel arena Musda. Tapi insiden tersebut bisa diatasi oleh pihak kepolisan.

Sementara itu Ketua Karteker KNPI Kota Bima Viken menyampaikan, semua aturan main sudah dilaksanakan dengan baik dan memenuhi semua unsur yang ada. Saat membuka berkas hanya nama Mutmainah yang masuk dan setelah diferifikasi, berkas yang diajukan sudah lengkap dan memenuhi syatat.

“Kami pastikan bahwa Mutmainah sudah resmi menjadi ketua KNPI Kota Bima,” tegasnya.

Mengenai adanya insiden tersebut, menurut dia itu hal yang biasa dan bagian dari dinamika kepemudaan. Tapi, pemilihan sudah selesai, dan dirinya mengajak semua pihak mendukung program pengurus baru, menuju pemuda yang lebih maju.

“Tugas kami sebagai Karteker itu menyehatkan kembali tubuh KNPI dari hal-hal yang menjadi kekurangan paska proses berjalanya pengurus yang lama,” tambahnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *