Orang Tua Siswa Protes, SMPN 1 Tunda Imunisasi Measles Rubella

Kota Bima, Kahaba.- Sempat terlaksana dengan baik, Imunisasi Measles Rubella (MR) di SMPN 1 Kota Bima akhirnya harus ditunda karena munculnya protes dari orang tua siswa. (Baca. Pemkot Bima Canangkan Kampanye Imunisasi Measles Rubella)

Kepala SMPN 1 Kota Bima Hj Nurma. Foto: Eric

Kepala SMPN 1 Kota Bima Hj Nurma mengaku, pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella di sekolahnya untuk siswa kelas 7 dan 9. Hanya saja, setelah beberapa jam usai pencanangan yang dilakulan Penjabat Walikota Bima, kegiatan dihentikan sementara karena ada protes dari orang tua siswa.

“Pelaksanaan kami tunda sementara, karena ada protes beberapa orang tua siswa melalui percakapan WA group sekolah. Kami sudah berkoordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya, Senin (6/8),

Nurma menjelaskan, protes dan penolakan sejumlah orang tua karena merasa tidak pernah ada sosialisasi dari pihak sekolah, juga belum adanya fatwa MUI tentang status halal atau tidak. Sebab, telah menyebar isu tentang kandungan minyak yang dilarang dalam imunisasi tersebut.

“Karena terkait minim sosialisasi dan fatwa MUI belum ada, maka kami tunda sampai ada pemberitahuan dari dinas terkait,” tuturnya.

Munculnya protes tersebut, pihaknya segera mengirimkan surat pemberitahuan kepada orang tua siswa untuk dimintai persetujuan. Agar putra-putrinya siap diberikan imunisasi dimaksud.

“Kalau orang tua siswa setuju maka akan dilakukan, jika tidak tentu kami tidak bisa memaksa,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya pemberian Imunisasi Measles Rubella sudah lama dilakukan Pemerintah Indonesia. Tahun lalu juga sudah dilakukan di Jakarta dan daerah pulau Jawa lainnya, hanya saja wilayah Indonesia bagian tengah dan timur dilaksanakan tahun ini.

“Kami merasa tujuan pemerintah baik, meskipun saat ini kami tetap menunggu keputusan dari MUI Indonesia tentang halal atau tidaknya,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *