Ketua DPRD Pimpin Rapat Galang Dana untuk Lombok, Instansi Vertikal Patungan Masing-Masing Rp 10 Juta

Kota Bima, Kahaba.- Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih memimpin rapat koordinasi bersama instansi vertikal dan seluruh pimpinan BUMN dan BUMD, membahas penggalangan dana Pemerintah Kota Bima bekerjasama dengan seluruh instansi BUMN dan BUMD serta instansi vertikal untuk membantu korban bencana gempa di Lombok.

Ketua DPRD Kota Bima bersama Sekda saat rapat galang dana untuk bantuan gempa Lombok. Foto: Dok Hum

Rapat yang digelar di ruang rapat Walikota Bima, Selasa (7/8) dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bima Mukhtar, Kasdim 1608/Bima Hardani, Perwakilan Polres Bima Kota Moh Iqbal Huda, pimpinan Bank NTB, BRI, BNI, Bank Mandiri, PLN, Kantor Imigrasi, KPKNL Bima, Pol PP serta Dinas terkait lingkup Pemerintah Kota Bima.

Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin mengatakan, penggalangan dana didukung penuh oleh pimpinan BUMN dan BUMD dan instansi vertikal. Atas kesepakatan bersama yang dihasilkan pada rakor tersebut, masing-masing BUMN dan BUMD mengumpulkan dana bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 10 juta.

“Ini merupakan bentuk partisipasi semua membantu korban bencana gempa,” ujarnya mengutip perkataan kata Ketua DPRD Kota Bima.

Kata dia, dana tersebut akan diberikan kepada Sekda Kota Bima selaku koordinator tim penggalangan dana Pemerintah Kota Bima dan nantinya akan diserahkan langsung kepada korban terdampak bencana gempa di Lombok.

Selain itu, sebagai bentuk peduli kemanusiaan terhadap korban gempa akan dilaksanakan kegiatan donor darah yang akan berlangsung pada hari Jumat pagi, 10 Agustus 2018, di halaman kantor Walikota Bima.

“Diharapkan pimpinan BUMN/BUMD serta instansi vertikal bisa mengerahkan pegawainya melakukan donor darah untuk membantu korban gempa,” tambahnya.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *