STIE dan STKIP Bima Dapat Program Asuh Menuju Studi Unggul Dari Universitas Lampung

Kota Bima, Kahaba.- Pewakilan Universita Lampung (Unila) berkunjung ke kampus STIE Bima, Rabu (8/8) dalam rangka pelatihan penyusunan dokumen SPMI dan Borang Akreditasi Bagi PTS Asuhan di Bima, untuk Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2018. Di NTB, hanya 2 kampus itu yang mendapat kesempatan tersebut.

Program Asuh Menuju Studi Unggul Dari Universitas Lampung. Foto: Bin

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima H Syamsuddin, para dosen STIE Bima, STKIP Bima dan STISIP Mbojo – Bima serta sejumlah guru yang ada di Bima.

Ketua STKIP Bima Amran Amir dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada Unila, karena sudah memilih STKIP dan STIE Bima untuk pelaksanaan Program Asuh Menuju Program Studi Unggul Tahun 2018.

“Kami sangat butuh arahan dari Universita Lampung, untuk perbaikan kampus kita kearah yang lebih baik,” ucapnya.

Amran juga berharap, peserta yang hadir dalam pelatihan ini bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan dengan baik. Sehingga betul-betul mengantarkan perguruan tinggi yang semakin berkualitas.

Di tempat yang sama, Ketua STIE Bima Firdaus mengaku sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan sekaligus kepercayaan karena telah dipilih Unila untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud.

“Kami terus terang merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Tentu ini akan menjadi jalan untuk peningkatan mutu pendidikan di kampus kami,” ujarnya.

Dari kegiatan tersebut kata Firdaus, pihaknya bisa mengejar mengejar ketertingalan. Terutama soal mutu yang masih jauh dari sejumlah perguruan tinggi di Bali dan Jawa.

Kegiatan Program Asuh Menuju Studi Unggul Dari Universitas Lampung di Kampus STIE Bima. Foto: Bin

Sementara itu, perwakilan Universitas Lampung Prof Murhadi menjelaskan, pada tahun 2017 Unila terpilih diantara 26 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A dan dinilai oleh Kemenristekdikti sudah memenuhi harapan. Seiring dengan itu, kemudian 26 pergurun tinggi tersebut, termasuk Unila dipercaya untuk mengasuh sejumlah perguruan tinggi yang ada.

“Tahun lalu kami mengasuh 3 perguruan tinggi di Lampung. Alhamdulillah ada peningkatkan dari C ke B. Peningkatan ini tentu tidak lepas dari kerjasama yang baik dan kesungguhan dari perguruan tinggi yang diasuh,” ungkapnya.

Pada tahun 2018 sambungnya, ada 29 perguruan tinggi yang dipilih Dikti untuk mendapatkan asuhan. Hanya saja ada sejumlah syarat dan ketentuan yang ditetapkan Dikti. Diantaranya, perguruan tinggi yang diasuh wajib berada di luar provinsi. Bila perlu, semakin jauh semakin bagus.

“Tahun ini kita dapat di NTB, STIE Bima dan STKIP Bima,” sebutnya.

Murhadi menambahkan, pihaknya berada di Bima selama 4 hari. Selama itu akan memberikan pelatihan kepada 15 orang peserta. Salah satu out put dari kegiatan ini, menghasilkan auditor internal yang diakui dan memiliki sertifikat.

Untuk itu, dirinya berharap pelatihan ini dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya. Karena sesuai regulasi, auditor internal harus ada minimal 10 persen dari dosen tetap yang ada di perguruan tinggi.

“Jadi semacam akan ada kepuasan dan rasa bangga tersendiri melihat perguruan tinggi asuhan yang berkembang dengan baik. Apalagi ada peningkatan status akreditasi,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *