Listrik Mati, Pelayanan di Puskesmas Paruga Terganggu

Kota Bima, Kahaba.- Karena jadwal listrik tidak menyala, pelayanan kesehatan di Puskemas Paruga, Kamis (9/8) terganggu. Masyarakat yang tiba di puskesmas setempat banyak yang duduk menunggu, bahkan kembali pulang.

Suasana pelayanan di Puskesmas Paruga. Foto: Dien (Facebook)

Salah seorang warga Kelurahan Tanjung Tudiansyah mengaku, tadi pagi dirinya mengantar mertua untuk berobat. Tapi tiba di puskesmas tersebut, tidak mendapatkan pelayanan.

“Karena tidak ada pelayanan, kami pulang. Tapi ada beberapa masyarakat yang terlihat masih duduk menunggu,” ujarnya.

Diakui Tudiansyah, karena listrik mati yang dijadwalkan hingga sore hari, pelayanan di Puskesmas Paruga yang berkaitan dengan pemanfaatan listrik seperti adminstrasi surat-menyurat, tes laboratorium kadar gula darah, rontgen dan sebagainya macet total.
Masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan pelayanan tersebut harus bersabar karena tidak bisa dilayani.

“Kata petugas puskesmas, pelayanan yang dimaksud baru bisa dilayani jika lampu sudah menyala kembali,” ungkapnya.

Kata dia, dirinya sempat menanyakan apakah Puskesmas Paruga tidak menyediakan mesin pembangkit listrik (genset) untuk mengantisipasi listrik mati dalam waktu yang lama. Namun dijawab petugas hingga kini Puskesmas Paruga tidak memiliki genset.

“Kata petugas dulu pernah ada, namun rusak saat banjir bandang Desember 2016 lalu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima H Azhari saat dikonfirmasi mengakui memang tidak ada genset di tiap puskesmas, termasuk di Paruga.

“Tapi tahun ini sudah diusulkan untuk pengadaan di DAK tahun 2019, untuk semua puskesmas di Kota Bima,” ucapnya.

Kemudian soal pelayanan yang terganggu, Azhari mengaku tidak bisa berbuat banyak.

“Mau bagaimana lagi, mau menyalahkan PKM juga tidak bisa,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *