Lutfi Ingin Hanya 5 Meter Relokasi Untuk Warga Bantaran Sungai

Kota Bima, Kahaba.- Keinginan Pemerintah Kota Bima merelokasi warga yang tinggal 10 meter di bantaran sungai sepertinya tidak akan terealisasi. Pasalnya, menurut Walikota Bima terpilih HM Lutfi, jarak tersebut terlalu panjang untuk warga yang sudah membangun kehidupan sejak dulu.

HM Lutfi saat menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan warga Penatoi. Foto: BinLutfi

“Jarak itu panjang sekali. Kalaupun dipaksa relokasi, itu tentu tidak memenuhi rasa keadilan,” sorotnya, saat menyampaikan sambutan pada acara syukuran kemenangan suksesi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima, belum lama ini.

Menurut Lutfi, leluasanya warga mendirikan bangunan di sekitar bantaran sungai, karena kurangnya kontrol pemerintah. Mestinya, pemerintah sejak dulu tidak leluasa memberikan ruang. Dengan regulasi yang ada, pemerintah bisa menjalankan kewenangan untuk melakukan kontrol dan melarang warga mendirikan bangunan di sekitar sungai.

“Intinya kalau 10 meter dari sempadan yang direlokasi, kita tolak, itu terlalu panjang. 5 meter saja,” katanya.

Rencana untuk menindaklanjuti program relokasi pemerintah sebelumnya tersebut akan coba dibicarakan dengan pemerintah pusat. Terutama meminta agar jarak yang sudah ditetapkan sebelumnya dirubah menjadi 5 meter saja.

Tidak hanya itu, Lutfi juga berkeinginan agar saat relokasi nanti, pemerintah bisa menyediakan tempat yang tidak jauh. Minimal warga yang akan dipindah nanti masih berada dalam satu kecamatan.

“Kalau terlalu jauh dari lokasi rumah warga sebelumnya, itu malah menyengsarakan warga,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *