BSMI Tangani Korban Gempa Lombok yang Mulai Diserang Penyakit

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sehari setelah gempa bumi yang mengguncang Lombok, BSMI Kota Bima meluncur ke sejumlah lokasi yang terdampak. Belasan relawan kemanusiaan itu pun memberikan penanganan darurat. Sebab, tidak sedikit warga yang menjadi korban terserang sejumlah penyakit.

Warga korban gempa saat berada di tenda. Foto: Dok BSMI

Ketua BSMI Kota Bima Muhammad Akbar mengaku, tiba di Mataram bersama Tim Kesehatan RSUD Bima, mereka langsung lapor diri ke Dinas kesehatan Provinsi NTB dan berkoordinasi dengan BSMI NTB.

Tidak menunggu lama, aksi penanganan untuk korban bencana pun dilakukan. Sebab, korban gempa banyak mengalami trauma dan diserang sejumlah penyakit seperti myalgia, ISPA, hipertensi dan Dermatitis.

“Masih banyak korban yang belum mendapatkan penanganan medis, karena susahnya akses ke daerah-daerah terpencil. Mereka betul-betul diselimuti trauma karena gempa susulan. Saat ini banyak juga anak-anak yang mulai terserang penyakit infeksi pernapasan,” ungkapnya, Jumat (10/9).

Foto bersama tim kesehatan dari BSMI, RSUD Bima dan Yayasan AMAL of Malaysia. Foto: Dok BSMI

Diakui dokter yang bertugas di RSUD Bima itu, di lokasi gempa juga mereka banyak menemukan beberapa warga yang alami luka robek dengan infeksi. Bahkan sampai muncul ulat pada luka dan patah kaki. Kondisinya begitu memperihatinkan.

Kata dia, selama memberikan penanganan di Kayangan, Lombok Utara. Mereka menggunakan mobile clinic bersama tim kesehatan RSUD Bima dan dibantu Yayasan AMAL of Malaysia. Selain itu, pihaknya juga menyerahkan beberapa bantuan seperti selimut, popok, pakaian layak pakai.

“Saat ini kami masih berada Lombok. Korban masih banyak membutuhkan terpal untuk tenda, penampungan air, makanan untuk asupan anak-anak serta diesel untuk penerangan,” sebutnya.

Akbar menambahkan, setelah pihaknya menyelesaikan tugas di lokasi bencana. Proses penangangan tetap terus dilanjutkan oleh sejumlah tim relawan dari BSMI untuk gelombang yang kedua.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *