Ribuan Siswa TK dan PAUD Ikut Meriahkan Karnaval

Kota Bima, Kahaba.- Ribuan siswa  bersama walimurid dari berbagai lembaga Taman Kanak- Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Bima, mengikuti kegiatan karnaval, Rabu (15/8). Ragam model kostum ditampilkan peserta di acara menyambut dan memeriahkan HUT RI ke-73 tersebut.

Karnaval memperingati dan memeriahkan HUT RI ke-73. Foto: Eric

Adapun kostum yang dikenakan seperti guru, polisi, TNI, dokter, perawat, pakaian adat dari berbagai daerah termasuk Bima, Jawa, Madura, Betawi. Bahkan ada yang memakai kostum pejuang kemerdekaan. Uniknya dalam pagelaran tersebut, walimurid diharuskan memakai kostum yang seragam dengan siswanya.

Sementara rute dimulai dari Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga dan finish di Lapangan Pahlawan Raba.

Ketua Panitia Muhammad Taufik menjelaskan, kegiatan tersebut untuk membangun ajang kreatifitas serta membangun karakter siswa untuk mencintai dan menghormati jasa para pahlawan, yang telah berjuang untuk membawa kemerdekaan.

“Semoga dengan kegiatan tersebut, masyarakat lebih mencintai setiap kebudayaan dan seni yang beragan di NKRI, termasuk budaya daerah Bima. Serta dapat mempererat tali silaturahim antar lembaga pendidikan di Kota Bima, yang hanya bertemu melalui kegiatan karnaval seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud itu, pawai karnaval ini sempat vakum dari agenda pemerintah daerah karena adanya berbagai agenda lain. Tapi dirinya optimis, bahwa kegiatan tersebut direncakan akan terus digelar setiap tahun.

Sementara itu salah satu walimurid dari TK RA Al Amin Nurhidayanti mengaku bahagia dan senang dengan adanya karnaval tersebut. Karena melalui kegiatan tersebut, anak-anak mampu mengekpresikan kreatifitas.

“Semoga kegiatan ini terus diadakan setiap tahun,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *