Bedak, Obat Penangkal Gigitan Tomcat

Bima, Kahaba.- Ternyata, munculnya serangga baru yang cukup menghebohkan dengan sengatannya seperti membakar, bukan dianggap baru oleh sebagian warga Kabupaten Bima, khususnya di Desa Samili Kecamatan Woha. Pasalnya, warga petani setempat dua tahun lalu sering di gigit Tomcat. Hanya saja, dianggap sebagai jenis penyakit cacar air. Namun usai di bedaki dengan bedak jenis viva, luka seperti terbakar itu, hilang.

Foto serangga Tomcat dan dampak apabila racunnya terkena tubuh (sumber: istimewa)

Foto serangga Tomcat dan dampak apabila racunnya terkena tubuh (sumber: istimewa)

Menurut pengakuan Khairil Anwar, S.Pd, seperti dilansir Koran Harian Umum Suara Mandiri Edisi Senin (9/4), Tomcat bukanlah jenis serangga baru. Karena dua tahun lalu, gigitannya sudah pernah mereka rasakan. “Kita pernah digigit Tomcat. Akibatnya, badan seprti melepuh habis terbakar. Awalnya, kami mengira diserang cacar air dan sejenisnya,” ujarnya.

Kata Khairil, dua tahun lalu dia dan petani tomat lain tidak tahu jenis seranggan itu. Mereka mengetahuinya setelah melihat pemberitaan di televisi beberapa hari terakhir. “Saya tahu gigitan itu setelah nonton berita di televisi,” urai Guru Biologi pada salah satu SMA Negeri di Kecamatan Woha itu.

Tetangga Khairil juga demikian. Suhardi dan M.Yusuf juga pernah disengat Tomcat. Jenis luka yang diakibatkan oleh gigitan serangga ini, persis seperti cacar bahkan seperti luka bakar. “Hampir semua penghuni Rumah Mepet Sawah (Mewah) sudah terkena gigitan serangga ini. Awalnya kami tidak mengira saja kalau mewabahnya serangga ini begitu heboh. Padahal bagi kami, biasa-biasa saja karena sudah sering digigit Tomcat,” aku Suhardi.

Menurut ketiga warga yang juga bertani tanaman tomat itu, luka akibat serangga itu berkisar antara 3 sampai tujuh hari. Namun, akan sangat parah dan lama jika gigitannya pada bagian mata. “Saya pernah disengat persis di bagian mata. Sakitnya luar biasa dan awalnya saya hanya mengobati dengan cara tradisional yakni dengan mendatangi pawang cacar. Karena mengira terkena cacar ular,” tambah Yusuf.

Mereka mengaku, banyak jenis obat dicoba untuk menyebuhkan gigitan Tomcat, terutama obat tradisional, namun khasiatnya tidak ampuh. Tapi, setelah mencoba bedak jenis viva, penyebaran bakteri serangga tersebut mampu dihentikan. “Sampai sekarang, warga yang berdomisili di dekat persawahan, mengobati gigitan Tomcat dengan bedak dan terbukti mampu sembuh. Kita juga heran dengan kandungan bedak kecantikan itu,” ujarnya keheranan. [BK]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *